Bantah Rasis, Guru Besar USU Jelaskan Maksud Kicauannya ke Natalius Pigai

426
Natalius Pigai

Medan – Cuitan di akun Twitter milik guru besar Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Yusuf Leonard Henuk kembali menjadi sorotan. Kali ini cuitannya ke mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai dituding rasis.

Dilihat detikcom, Henuk membuat tweet soal Natalius Pigai di akun Twitter-nya @ProfYLH pada 2 Januari 2021. Dalam cuitannya, Henuk turut mengunggah foto seekor monyet sedang becermin serta tangkapan layar berita media daring yang menampilkan sosok Pigai.

“Pace @NataliusPigai2 beta mau suruh ko pergi ke cermin lalu coba bertanya pada diri ko:”Memangnya @NataliusPigai2 punya kapasitas di negeri ini?”.Pasti ko berani buktikan ke @edo751945 & membantah pernyataan @ruhutsitompul yang tentu dapat dianggap salah,” tulis Henuk di akun Twitter miliknya seperti dilihat pada Selasa (26/1/2021).

Tweet tersebut disertai foto seekor monyet sedang memegang cermin disertai dengan tulisan ‘Memangnya Pigai punya kapasitas di nnegeri ini?’. Sementara gambar lainnya merupakan screenshot laman berita daring soal komentar Natalius Pigai terhadap Hendropriyono dan terdapat foto Pigai menggunakan jas.

Cuitan Henuk itu kemudian dikritik oleh Ketua Ketua Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumut Azlansyah Hasibuan. Dia menyebut cuitan Henuk tersebut sangat rasis.

“Sangat rasis, kalau memang mau melakukan kritik, ngapain dipakai foto monyet. Kita minta semua saling menahan diri, untuk menjaga negara lebih kondusif. Kita minta juga Kapolri yang akan dilantik untuk menangkap pembuat gaduh di negara ini,” ujar Azlan.

Prof Henuk telah dihubungi untuk dimintai tanggapan soal cuitannya yang dituding rasis. Dia meminta agar penjelasan soal cuitan itu ditanyakan kepada pengacaranya, Rinto Maha.

Rinto kemudian menjelaskan maksud posting-an kliennya itu. Dia mengatakan posting-an itu hanya untuk menyindir Natalius Pigai.

“Itu kan dialog antara Pigai dalam media terhadap Hendropriyono. Jadi Prof (Henuk) ini mengkritik Pigai. Jadi itu kan tulisan, itu sindiran. Kalau kita lihat komen-komen netizen itu tidak ada yang rasis,” kata Rinto.

Rinto mengatakan posting-an tersebut tidak mengandung rasisme. Dia menuding tudingan rasis ini dibuat gara-gara Henuk sedang menjadi sorotan terkait cuitannya tentang Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Tidak ada dibilang kamu hitam, kamu keriting. Mereka juga sama-sama dari Timur, kok. Kenapa diarahkan jadi rasis, karena ada konflik profesor dengan oknum di Demokrat,” tutur Rinto.

“Siapa yang buat masalah? Ini saya jelasin, ada oknum di Demokrat yang diserang secara kritik oleh Profesor, begitu kritik seperti itu mereka cari poinnya. Yang membuat ini menjadi rasis, oknum kader Partai Demokrat, Abdullah Rasyid,” imbuhnya.

Rinto mengatakan pihaknya akan melaporkan akun-akun yang membuat isu seolah Henuk melakukan tindakan rasis terhadap Pigai. “Kita sore ini bergerak ke Mabes Polri laporkan akun-akun ini. Yang viralkan ini semua orang Demokrat, kita sudah data dan hari ini kita laporkan,” paparnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Detik

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...