Bantah Keterangan Kadiv Humas Soal Pintu 13 Tak Digembok, Saksi Mata Ungkap Fakta Mengejutkan

563

Saksi mata membantah pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo bahwa tidak ada pintu Stadion Kanjuruhan yang ditutup.

Kelompok suporter Curva Sud yang saat itu di lokasi, dan beberapa teman mereka jadi korban meninggal.

Mereka bersaksi bahwa sempat keluar menit 85, pintu terbuka dan kembali masuk saat terdengar jeritan.

Namun tidak bisa keluar kembali karena pintu stadion digembok, hingga memaksa jebol tembok stadion.

Kelompok Aremania, Curva Sud ini, adalah penghuni tribun selatan, tepat di titik 12 dan 13, atau belakang mistar gawang selatan.

Disanalah ratusan Aremania meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan.

“Kami mendapati pintu digembok. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk menjebol tembok ventilasi,” ujar saksi mata Supriadi, Rabu (5/10/2022).

“Kami sempat keluar menit 85, kemudian ada letusan gas air mata dan mendengar jeritan. Kami masuk kembali, kemudian situasi kacau,” sambungnya.

Meskipun akhirnya berhasil selamat, tiga teman mereka meninggal dunia, termasuk dalam 131 korban jiwa tragedi Kanjuruh

Bahkan dia mengaku tidak mengetahui kekacauan di luar stadion, karena mereka saat itu fokus menolong korban, serta mereka tidak sempat membuat dokumen foto atau video.

Mereka baru tahu tragedi Kanjuruhan setelah ratusan jenazah dievakuasi.

Dalam kejadian ini, sebanyak 131 orang tewas, termasuk 2 anggota polisi.

Sumber Berita / Artikel Asli : okezone

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here