Bandara Kualanamu Dijual ke Asing, Politisi Partai Demokrat: Jangan-jangan Negara Sedang Bangkrut

599
Bandara Kualanamu

Deputi Strategi dan Kebijakan Balitbang DPP Demokrat Yan Harahap angkat suara terkait penjualan 49 persen saham Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara.

Politisi Demokrat itu menilai penjualan saham salah satu objek vital milik negara senilai Rp85,6 triliun itu menjadi indikasi keuangan negara dalam kondisi yang tidak baik.

Seperti diketahui, perusahaan GMR Airport International selaku Global Airport Operator yang berbasis di New Delhi, India memenangkan tender Strategic Partnership Kualanamu International Airport dengan masa pengelolaan 25 tahun.

Awarding Ceremony Strategic Partnership Kualanamu International Airport dilaksanakan pada tanggal 23 November 2021 bertempat Kementerian BUMN Ballroom Lantai 21 (dua satu) Jalan Merdeka Selatan No 13 – Jakarta Pusat.

Politisi Partai Demokrat Yan Harahap mepertanyakan keputusan dari pemerintah yang mengejutkan itu.

“Ternyata 49% saham Bandara Kualanamu sudah dijual ke pihak asing. Jika ini benar, jgn2 negara ini sudah bangkrut di tangan rezim ini. Apa begitu?,” kata Yan dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Kamis 25 November 2021.

Yan pun mempertanyakan alasan penjualan saham itu.

Ia curiga, penjualan saham tersebut untuk menyelamatkan negara dari kebangkrutan.

“Jika ini benar, Jangan-jangan negara ini sudah bangkrut di tangan rezim ini. Apa begitu?” tanya dia.

Diketahui GMR Airport Internasional merupakan perusahaan konsorsium yang terdiri atas GMR Group asal India dan Aéroports de Paris Group (ADP) asal Prancis.

GMR Airport Internasional memenangkan tender strategic partnership Kualanamu International Airport dengan masa pengelolaan selama 25 tahun.

 

Joint venture company (JVCo) antara AP II dan GMR Airport Internasional membentuk perusahaan baru yakni PT Angkasa Pura Aviasi.

“Pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu akan diserahkan kepada PT Angkasa Pura Aviasi,” kata Dirut PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaludin.

Bandara Kualanamu dijual dengan nilai kerjasama sebesar USD 6 miliar atau sekitar Rp 85,6 triliun. Termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya senilai Rp15 triliun.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

46 − 44 =