Baliho Puan Maharani di Mana-Mana, yang Berkibar Malah Ganjar Pranowo

542
Baliho Puan Maharani. Foto Twitter @ehmasdidik

JAKARTA — Baliho Puan Maharani betebaran di mana-mana. Wajah dan namanya mulai dikenalkan ke publik. Namun, yang berkibar harum justru Ganjar Pranowo.

Nama Ketua DPR Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo belakangan ini memang santer bersaing. Ada konflik yang terasa.

Dan polemik antara kedua politisi PDIP itu berdampak pada elektabilitas mereka.

NEW INDONESIA Research & Consulting pun melakukan survei terhadap dinamika politik belakangan ini.

Survei NEW INDONESIA Research & Consulting dilakukan terhadap 1.200 responden yang dipilih acak. Tingkat margin of error lebih kurang 2,89 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari sejumlah pertanyaan yang dikemukakan kepada 1.200 responden pada 21-30 Juli 2021 terdapat beberapa sejumlah fakta menarik.

Di antaranya, elektabilitas Puan Maharani disebut hampir tidak bergerak.

Setelah pemasangan baliho masif, elektabilitasnya 1,4 persen dari sebelumnya 1,1 persen.

 

“Maraknya baliho Puan yang bertebaran di berbagai kota tidak berdampak pada elektabilitas Puan, justru Ganjar kian berkibar,” ungkap Direktur Eksekutif NEW INDONESIA Research & Consulting Andreas Nuryono dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (8/8).

 

Dari survei yang dilakukan, elektabilitas Ganjar mengalami kenaikan dalam setahun terakhir. Posisinya dibayangi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang bersaing ketat pada urutan kedua dan ketiga.

Prabowo yang pada survei Juni 2020 masih unggul pada urutan pertama. Lantas disalip Ganjar pada survei Oktober 2020. Elektabilitas Prabowo kini sebesar 16,7 persen, terpaut tipis dari Ridwan Kamil yang mencapai 16,1 persen.

“Dengan makin kuatnya posisi Ganjar sebagai calon presiden, PDIP yang masih bersikukuh mengusung Puan harus mempertimbangkan kembali,” sebut Andreas.

Di sisi lain, Prabowo yang rencananya dipasangkan dengan Puan terancam tergeser pula oleh RK. Pada posisi papan tengah, Anies Baswedan sedikit rebound setelah sebelumnya mengalami tren penurunan elektabilitas.

Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta itu ada di 6,0 persen, ditempel ketat oleh Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhuyono (AHY). “Tren kenaikan elektabilitas AHY dialami sejak survei bulan Mei 2021. Dari kisaran 2 persen kini mencapai 5,8 persen,” lanjut Andreas.

Pada urutan selanjutnya ada Sandiaga Uno (5,2 persen), Tri Rismaharini (4,7 persen), dan Erick Thohir (4,5 persen). Berikutnya adalah Giring Ganesha (2,6 persen), Khofifah Indar Parawansa (2,1 persen), dan Puan Maharani (1,4 persen).

Selanjutnya Airlangga Hartarto (1,3 persen), Moeldoko (1,1 persen), dan Mahfud MD (1,0 persen). Nama-nama lainnya masih di bawah 1 persen, dan tidak tahu/tidak menjawab 10,2 persen. (genpi)

Sumber Berita / Artikel Asli : FAJAR

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here