Bagi-bagi Sembako Jokowi di Grogol jadi Kerumunan, PKS: Sudah Alarm Merah

509
Ketua Departemen Politik DPP PKS Nabil Ahmad Fauzi

 JAKARTA – Bagi-bagi sembako Presiden Jokowi di Termnial Grogol, Jakarta Barat, yang menimbulkan kerumunan, menagaskan julukan King of Lips Service.

Itu jelas berbanding terbalik dengan imbauan Jokowi kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan.

Di antaranya adalah menjaga jarak, tidak menimbulkan kerumunan dan menjauhi kerumunan.

Demikian disampaikan Ketua Departemen Politik DPP PKS, Nabil Ahmad, melalui pesan singkat kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (11/8/2021).

“Bagi kami, aksi Presiden Jokowi ini seolah mengkonfirmasi kebenaran dari julukan King of Lip Service yang beberapa waktu lalu diberikan oleh BEM UI,” kata dia.

Anak buah Ahmad Syaikhu ini pun meminta Jokowi tak lagi membuat acara-acara seremonial.

Sebab, hal itu sama sekali tidak bermanfaat bagi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Dalam situasi seperti saat ini, kata Nabil, rakyat hanya membutuhkan sosok pemimpin yang memberi keteladanan.

Selain itu, pemimpin itu juga harus bisa membuat berbagai terobosan kebijakan agar Indonesia keluar dari krisis ini.

“Terutamanya, memulihkan kembali aspek kesehatan dan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Tingkat Kepercayaan Publik

Nabil lantas menyinggung hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) beberapa waktu lalu terkait tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Jokowi.

Disebutkan dalam survei tersebut, kepercayaan publik terhadap Jokowi dalam penanganan pandemi Covid-19 terus menurun.

Bahkan mencapai titik terendah selama empat bulan terakhir.

Menurutnya, jika Jokowi terus melakukan tindakan yang berbenturan dengan upaya penanggulangan pandemi, bukan tidak mungkin bakal memberikan efek.

Ujungnya, pandemi Covid-19 di Indonesia akan semakin sulit dilakukan.

“Sudah alarm merah, karena sudah di bawah 50 persen,” tandasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : (int/ruh/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here