Arteria Ungkap Ditelepon Ketua DPRD DKI: Dia Sebut ‘Anak Jenderal TNI’ Siapa

484
Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan

Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan menekankan tidak bermaksud melawan TNI hanya karena perselisihan dengan seorang wanita yang mengaku anak Jenderal TNI bintang 3.

Arteria juga mengungkapkan komunikasinya dengan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi.

“Ini saya tak mau melawan TNI. Kami ingin yang bersangkutan kalau ada kekeliruan ngaku aja udah, ngaku salah, jalani proses, jangan sibuk mempertontonkan dia orang yang berkuasa gitu lah. Saya bukan orang berkuasa, saya orang biasa. Kebetulan aja saya jadi anggota DPR,” kata Arteria kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Senin (21/11/2021).

Menurut Arteria, wanita itu sempat mengaku mengenal Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia lalu mengungkapkan percakapannya dengan Prasetio lewat sambungan telepon.

“Iya waktu ditelepon kan dia bilang kenal sama Bu Megawati, saya bilang nggak ada masalah, pastinya saya takut lah sama Ibu Mega, karena kami semua tegak lurus sama beliau. Tiba-tiba Pak Pras (Prasetio Edi) telepon, ‘udah damai aja’ (kata Prasetio).

‘Anda tahu masalahnya nggak?’ (Arteria tanya). Dia (Prasetio) nyebut ini orang siapa, siapa, siapa,” ungkap Arteria sambil menirukan percakapannya dengan Prasetio.

Politisi PDIP ini merasa wanita tersebut menunjukkan arogansi secara berlebihan. Namun Arteria tidak mempersoalkan.

“Waktu dulu saya kan mahasiswa saya dikejar-kejar tentara untuk memperjuangkan yang seperti ini, arogansi-arogansi yang berlebihanlah, itu aja kita nggak punya apa-apa. Saya nggak punya uang, kekuasaan, dan jaringan. Yang seperti ini saya koreksi,” ujarnya.

Duduk Perkara
Untuk diketahui, Arteria Dahlan dan ibunda terlibat ribut-ribut dengan wanita yang mengaku anak jenderal TNI. Arteria mengungkapkan kronologi cekcok tersebut hingga tasnya disepak.

“Pas landing di bandara, staf saya itu nurunin barang,” kata Arteria kepada detikcom, Senin (22/11).

Arteria mengaku duduk di kursi ekonomi dalam penerbangan tersebut, tepat di belakang kursi kelas bisnis. Arteria menyebut rombongannya kemudian dianggap menghalangi jalan.

“Kita kan sama-sama di ekonomi, pas di belakang bisnis. Entah kenapa kami dianggap menghambat jalan, (tapi) pintunya belum dibuka,” sebut Arteria.

Arteria menyebut wanita mengaku anak jenderal TNI itu ingin terlihat berbeda dan dia tidak masalah dengan hal itu. Arteria merasa dia dan keluarganya tak menghalangi jalan, apalagi ibunya berusia 80 tahun.

“Dia ingin memperlihatkan dia agak berbeda. Tapi kita kan tidak mempermasalahkan. Dia bilang barang bawaan saya banyak, orang saya bertiga bawa koper dua, wajar kan,” ucap Arteria.

“Orang tua saya 80 tahun, dia butuh penyangga tulang itu, memang harus kita bawa, ditenteng-tenteng begitu. Kalau kami kelebihan, itu ada otoritasnya,” imbuh anggota Komisi III DPR itu.

Arteria menyebut barang bawaannya sudah difoto-foto oleh polisi. Namun, Arteria heran tasnya sampai disepak.

“Sudah difotoin semua sama polisi itu semua, orang kita bertiga, koper cuma dua. Ditendanglah tas itu, disepak, ibu saya kan cuma, ‘kok begitu?’, cuma begitu saja. Disepaklah istilahnya,” kata Arteria Dahlan.

Sumber Berita / Artikel Asli : Detik

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − = 12