Arteria Dahlan Minta Kajati Berbahasa Sunda Diganti, Dikritik Budi Dalton: Wakil Rakyatna Ge Rasis Kitu

360

– Budayawan Sunda, Budi Setiawan Garda Pandawa atau akrab disapa Budi Dalton mengkritik pernyataan Politisi PDIP, Arteria Dahlan yang memprotes seorang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbahasa Sunda diganti.

Budi Dalton menyayangkan sikap Arteria Dahlan yang dinilainya telah rasis terhadap masyarakat Sunda.

Menurut Budi Dalton, percuma selama ini rakyat mengkampanyekan toleransi dan persatuan. Sementara, wakil rakyatnya justru bersikap rasis.

Hal itu diungkapkan Budi Dalton melalui sebuah video yang diunggah di akun TikTok @Budi.Dalton pada Selasa, 18 Januari 2022.

“Hei, percuma euy rakyat menggembar-gemborkan toleransi, lalu persatuan. Wakil rakyatna ge rasis kitu (wakil rakyatnya juga rasis seperti itu),” kata Budi Dalton.

Budayawan Sunda itu mengatakan dalam sebuah rapat banyak istilah yang dipakai menggunakan bahasa Inggris atau bahasa daerah lainnya.

Menurutnya, tidak mungkin sepanjang rapat bahasa Sunda digunakan secara keseluruhan.

“Lagi pula di dalam sebuah rapat tuh, juga banyak yang memakai istilah dalam bahasa Inggris atau bahasa daerah yang lainnya. Tentunya tidak seluruhnya rapat itu berbahasa Sunda, saya yakin,” ujarnya.

Dia mengaku heran ketika idiom Sunda digunakan saat rapat justru dikritik, sementara bahasa yang lainnya diperbolehkan.

Lebih lanjut, Budayawan Sunda itu menilai tidak masalah bila Kajati yang berbahasa Sunda itu dikritik. Namun, Arteria Dahlan justru meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk mengganti sang Kajati.

“Tapi saat idiom Sunda ini muncul kenapa mesti dikritik? Kalau yang berbahasa lain tidak!lagipula kalo kritik mah tidak apa-apa lah, tapi ini mah minta diganti katanya,” ucapnya.

Budi Dalton lantas bertanya-tanya tujuan dari pernyataan Arteria Dahlan yang meminta Kajati berbahasa Sunda itu diganti. Dia menduga hal tersebut adalah pesanan.

Tak hanya itu, Budi Dalton juga mengingatkan bahwa Arteria Dahlan adalah wakil rakyat.

“Jangan-jangan ini mah by order, jangan lupa anda itu wakil rakyat,” pungkasnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here