Apresiasi Gibran yang Ogah Laporkan Ubedilah Badrun, Refly Harun: yang Berlebihan Pendukung Presiden Jokowi

471
Refly Harun

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menegaskan tidak akan melaporkan balik Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun.

Gibran Rakabuming mengaku akan membiarkan laporan dugaan korupsi yang menyeretnya dan Kaesang Pangarep oleh Ubedilah Badrun ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Gibran Rakabuming, dirinya lebih memilih fokus pada pekerjaannya sebagai Wali Kota dan tidak merasa namanya tercemar atas laporan Ubedilah Badrun tersebut.

Pernyataan Gibran Rakabuming yang tidak akan melaporkan Ubedilah Badrun dan tidak merasa namanya tercemar itu diapresiasi oleh Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun.

Refly Harun mengatakan ketika ada pelaporan yang tidak ada buktinya dan tidak merasa tercemar memang seharusnya ditanggapi dengan santai seperti yang dilakukan Gibran Rakabuming.

Hal itu disampaikannya melalui sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Refly Harun pada Jumat, 14 Januari 2022.

“Pernyataan Gibran ini patut kita apresiasi. Kalau ada pelaporan ya santai saja kalau memang tidak ada buktinya, kalau memang merasa namanya tidak tercemar,” kata Refly Harun.

Namun, Refly Harun mengungkapkan para pendukung Presiden Jokowi yang terlalu berlebihan dalam menanggapi pelaporan dari Ubedilah Badrun dan melaporkannya balik.

Menurutnya, hal tersebut tidak baik bagi bangsa Indonesia karena yang dilakukan Ubedilah Badrun merupakan bagian dari kontrol masyarakat.

“Nah yang berlebihan adalah para pendukung Presiden Jokowi yang menurut saya tiba-tiba main lapor kepolisian balik. Ini tidak baik buat bangsa, ini kan bagian dari kontrol masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pakar Hukum Tata Negara itu mengatakan seharusnya siapapun orang yang mempunyai jabatan dan ada yang melaporkannya, harus melarang para pendukungnya melaporkan balik

Dia menjelaskan ada dua alasan untuk tidak melaporkan balik pelapor, yaitu para pendukung tidak mempunyai legal standing karena bukan pihak yang dilaporkan dan hanya membuat gaduh serta rusuh.

“Larang pendukungnya untuk melaporkan balik dengan alasan pencemaran nama baik dan sebagainya, pertama mereka tidak punya legal standing karena bukan yang bersangkutan, kedua hanya bikin gaduh dan rusuh saja,” ungkapnya.

Dia mengingatkan menjadi pejabat publik atau keluarga pejabat publik tidak mudah karena harus diatur oleh protokol yang ketat agar tidak terjadi konflik kepentingan.

Selain itu, Refly Harun juga menegaskan tindakan yang dilakukan Ubedilah Badrun merupakan bagian peran publik. Hal itu dilakukan guna menciptakan negara yang good governance dan clean government.

“Ini cara agar kita menjadi negara yang good governance dan clean government,” pungkasnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here