Anies Bawa Jakarta Jadi Provinsi Paling Demokratis, Refly Harun: BPS nya Kadrun, Taliban, atau Radikal?

259
Refly Harun

Di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, DKI Jakarta berhasil meraih peringkat pertama sebagai daerah tingkat provinsi paling demokratis di Indonesia.

DKI diketahui selalu meraih posisi teratas sejak Anies menjabat sebagai Gubernur pada tahun 2017 lalu.

Peringkat tersebut berdasarkan angka Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Hasilnya, DKI secara nasional meraih indeks demokrasi sebesar  89,21.

Ahli hukum tata negara, Refly Harun lantas menanggapi pencapain yang diraih oleh Anies tersebut.

Refly mengaku salut dengan pencapain itu sampai membahas kadal gurun (kadrun), kelompok Taliban, hingga radikal.

“Wah luar biasa ya. Ini dari BPS, apakah BPS nya kadrun? Atau Taliban, disusupi Taliban atau radikal gitu ya,” ujarnya sambil tertawa melalui kanal Youtube Refly Harun Minggu, 5 September 2021.

“Pokoknya yang berbau Anies Baswedan selalu dicurigai sebagai ekstrem kanan,” imbuhnya.

Dia juga mengatakan bahwa euphoria Anies termasuk aneh, karena ada saja upaya yang hendak menyingkirkannya.

“Apa kabar mereka yang tidak suka dengan Anies Baswedan? Karena memang fenomena Anies ini adalah fenomena yang aneh ya, selalu dihadap-hadapkan dengan istana,” tuturnya.

“Dan memang sepertinya begitu, ada upaya untuk terus mendelegitimasinya dan menyingkirkannya,” sambungnya.

Meski begitu, Refly mengakui bahwa Anies tentu mempunyai kekurangan.

“Tetapi yang namanya pejabat publik, tentu ada achievement nya, ada prestasinya, tentu ada lack point nya. Marilah kita objektif, apa yang baik di Anies, apa yamg buruk di Anies. Sama seperti apa yang baik di Jokowi, apa yang buruk di Jokowi,” ungkapnya.

Menurutnya, pencapaian DKI tersebut sangat membanggakan.

“Begini, kalau kita bicara tentang komitmen demokrasi ya. Bagi saya ini hal yang menggembirakan. Kenapa? Karena pemimpin negara ini, kalau bisa menjaga komitmen demokrasi, itu hal yang baik sekali, termasuk Anies,” katanya.

Sepengetahuan advokat satu ini, Anies memang tidak pernah mempemasalahkan atau memperkarakan kritikan yang dia dapatkan.

“Sependek pengetahuan saya, atau sepanjang pengetahuan saya, Anies adalah gubernur yang tidak pernah mempermasalahkan kritik terhadap nya,” terangnya.

Sehingga itu yang membuat publik merasa bebas mengkritik Anies meski sudah menyerang kepribadian.

“Apalagi memperkarakannya ke ranah kepolisian. Itu yang membuat kemudian orang merasa bebas untuk mengkritik Anies, termasuk juga kritik yang kadang-kadang sudah mengarah kepada soal-soal penghinaan pribadi,” tandasnya.

Hal inilah, kata Refly, yang membuat IDI di DKI semakin membaik setiap tahunnya di bawah kepemimpinan Anies. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here