Angga Sasongko Hentikan Film Nussa di Stasiun TV yang Hadirkan Saipul Jamil, Geisz: Salam Hormat Sejuta Respek

485
Aktivis sosial, Geisz Chalifah. /Instagram @geisz_chalifah

Sutradara Angga Dwimas Sasongko atau Angga Sasongko tampak geram terhadap penyambutan pedangdut Saipul Jamil yang baru saja bebas dari penjara.

Menurut Angga, hadirnya Saipul Jamil di Televisi seperti tidak menghargai korban. Pasalnya Saipul Jamil di penjara karena kasus pencabulan yang menjeratnya.

Adanya hal itu membuat Angga Sasongko tergerak untuk menghentikan semua pembicaraan kesepakatan distribusi film Nussa dan Keluarga Cemara dengan stasiun TV terkait.

Menurutnya, kejadian tersebut tampak tidak lagi berbagi nilai yang sama dengan karyanya yang ramah anak.

“Menyikapi hadirnya Saiful Jamil di televisi dengan cara yang tidak menghormati korban, maka kami memberhentikan semua pembicaraan kesepakatan distribusi film Nussa & Keluarga Cemara dg stasiun TV terkait karena tidak berbagi nilai yang sama dengan karya kami yang ramah anak,” ujar Angga Sasongko di Twitter @anggasasongko.

Cuitan Angga Sasongko di Twitter.
Cuitan Angga Sasongko di Twitter.

Lebih lanjut, Angga menjelaskan bahwa pemberitahuan tersebut dimaksudkan untuk mendukung gerakan melawan perayaan pelaku kekerasan seksual pada anak di media.

Tak hanya itu, hal tersebut juga sebagai penyadaran bersama, bahwa pentingnya media untuk bisa menghargai anak.

“Pemberitahuan ini dimaksudkan untuk mendukung gerakan yang melawan dirayakannya pelaku kekerasan seksual pada anak di media-media, serta menjadi kesadaran bersama pentingnya media – media yang menghargai anak – anak kita,” kata Angga Sasongko.

Angga menegaskan bahwa pemberhentian kesepakatan ini, tak hanya berlaku di stasiun TV yang telah menayangkan, tetapi juga stasiun TV lainnya yang nantinya juga menanyangkan hal serupa.

“Pemberhentian pembicaraan kesepakatan ini berlaku tidak hanya kepada stasiun TV yang sudah menayangkan, tapi juga stasiun TV lain yang nantinya melakukan tayangan serupa. Demikian pernyataan sikap kami.Terima kasih,” ujar Angga.

Pemutusan kesepakatan penanyangan Film Nussa dan Keluarga Cemara di stasiun TV terkait ini turut ditanggapi oleh aktivis Geisz Chalifah.

Ia tampak memberikan hormat dan respek kepada sikap Angga Sasongko, atas keputusannya terhadap media TV yang menyambut kedatangan Saipul Jamil tersebut.

Cuitan Geisz Chalifah di Twitter.
Cuitan Geisz Chalifah di Twitter.

“Sy tak kenal Angga Sasongko tak pernah bertemu sama sekali & kalau tidak salah dia juga non muslim. Saya sampaikan salam hormat sejuta respek dgn sikapnya kpd media tv terkait Saipul Jamil. Negeri ini msh banyak memiliki orang waras. Angga Sasongko salah satunya,” ujar Geisz Chalifah, seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Twitter @GeiszChalifah.

Selanjutnya, Angga Sasongko juga mengungkapkan bahwa modal utama televisi ialah frekuensi yang sejatinya milik publik.

“Televisi. Modal utama televisi selama ini bukanlah kontennya, pembawa acaranya, atau modal besarnya. Modal utama televisi adalah: FREKUENSI. Frekuensi yang sejatinya MILIK PUBLIK,” kata Angga Sasongko.

Lalu Angga menyampaikan bahwa frekuensi sebagai media yang menyalurkan konten itu sudah tersedia tanpa membayar dan berlangganan, maka penyiaran televisi berbeda dengan ruang pemutaran lainnya.

“Tanpa ada suntikan modal, frekuensi sebagai media yang menyalurkan konten itu sudah tersedia tanpa perlu membayar atau berlangganan. Berbeda dengan ruang pemutaran lain. Maka dari itu institusi penyiaran seperti televisi terrestrial atau free to air HARUS ACCOUNTABLE!,” kata Angga.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here