Andi Arief Unggah Video ‘Jiwa Demokrat’: Akhirnya Harus Kita Akui Bahwa Kita Kalah, Oposisi Menyerah?

160
Politisi Demokrat Andi Arief. /Twitter.com/@Andiarief

Politisi Partai Demokrat, Andi Arief mengunggah video yang dilabeli Jiwa Demokrat.

Pada video berdurasi 2 menit 17 detik tersebut berisi narasi oposisi dari Partai Demokrat terhadap pemerintah.

Dalam kalimat yang dituliskan di dalamnya, salah satunya mengakui sebagai oposisi Partai Demokrat kalah.

Melalui akunnya @Andiarief__ juga mencuitkan kalimat pendek.

“Selamat buat Oligarki,” cuitan Andi Arief pada 5 September 2021.

Partai Demokrat sebagai oposisi Pemerintah mengaku kalah. Hal itu dijelaskannya, dengan jumlah oposisi yang tak seberapa di Parlemen, diakuinya tak mampu melawan kekuasaan yang disebutnya oligarki.

Hal itu diungkapkan pada bagian tengah narasi yang berbunyi,

“Pada akhirnya harus kita akui bahwa kita kalah.”

Partai Demokrat sudah tak berdaya melawan kekuasaan pemerintah yang diakuinya berhasil mengonsolidasi kekuatan politik.

“Sebagai partai, memang tugas kami berjuang di parlemen. Tapi apa yang bisa diharapkan dengan jumlah oposisi yang tak seberapa itu? maka bravo kepada oligarki yang berhasil mengkonsolidasi kekuatan politik di negeri ini.”

Selain pengakuan kekalahannya, dalam video tersebut Partai Demokrat menyebut beragam proyek pemerintah dan utang yang membengkak dan perlawanan lain.

Secara lengkap tulisan narasi di video tersebut adalah sebagai berikut:

Mari kita baca dengan pikiran jernih,
proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung mengalami pembengkakan biaya dari Rp86,67 triliun menjadi Rp114,24 triliun.

Dan bertambah lagi utang ke Pemerintah China untuk menutupinya

Biaya seraksasa itu, bahkan kita tak pernah tahu apa pentingnya selain prestise semata

Maka ucapkanlah Selamat kepada Oligarki, tuan-tuan berhasil menguasai negeri ini

tanpa ada perlawanan yang berarti, dari oposisi maupun gerakan civil society

Nikmatilah kekayaan yang terhampar di bumi pertiwi ini
Masih banyak tambang nikel di Morowali,
gunung-gunung emas di Papua yang belum digali,
hamparan tanah ibukota baru untuk properti.

Keruklah ajaklah investor untuk menghabiskannya

Ini adalah suara Kader Parta Demokrat

Pada akhirnya harus kita akui bahwa kita kalah
Sebagai partai, memang tugas kami berjuang di parlemen. Tapi apa yang bisa diharapkan dengan jumlah oposisi yang tak seberapa itu?maka bravo kepada oligarki yang berhasil mengkonsolidasi kekuatan politik di negeri ini

Janganlah takut melanggar undang undang, karena sudah disiapkan semuanya:
UU Minerba, UU Cipta kereja, Perpu Kebijakan Keuangan Negara dan semua aturan yang membuat semua eksekutif semakin absolut.

Jangan ragukan loyalitas penegak hukum, karena sudah terbukti betapa cingcai-nya peradilan kita.

Jangan kuatirkan KPK, dia sudah mati sudah dikubur hidup-hidup

Maka berilah utang sebanyak-banyaknya. Karena menteri ekonomi akan menghapus subsidi dan menggenjot pajak untuk mencicilnya.

Jangan cemaskan gangguan ketertiban, karena para kriminal di Papua telah dijadikan teroris semua, yang bisa dipastikan mangsanya,

Jangan gentar dengan aktivis & mahasiswa,mereka sudah keok dengan buzzer-buzzer itu,

Pernah ada orang bernama Faisal Basri yang mengajak boikot, tapi siapa yang mau peduli?

Dan Indonesia akan menjadi teladan dunia sebab berhasil menjadi negara leviathan tanpa harus disebut rezim otoriter

Dan, tetap mendapatkan dukungan moral yang tinggi, sebab ini adalah pemerintahan yang kerja, dan kerja, dan kerja.

Hingga saatnya akan terbuka itu semua, betapa mengerikan masa depan kita.

Salam dari kami, kader Partai Demokrat. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here