Andi Arief dan Ferry Koto Terlibat ‘Perang’ di Medsos Terkait Pengecatan Ulang Pesawat Kepresidenan

454

Aktivis dan pegiat media sosial Ferry Koto dan Politikus Partai Demokrat Andi Arief terlibat ‘perang’ di media sosial Twitter terkait pengecatan ulang pesawat kepresidenan RI.

Pengecatan ulang pesawat kepresidenan RI dari yang asalnya berwarna biru, dan akan dicat ulang menjadi merah dan putih. Mengetahui hal tersebut, Politikus Partai Demokrat Andi Arief pun mengaku bingung tujuan dari pengecatan ulang pesawat bertujuan untuk apa.

Melalui akun media sosial Twitter miliknya @andiarief__, ia pun memaparkan bahwa warna biru dipilih karena sebagai upaya peningkatan keamanan penerbangan. Andi Arief pun mengatakan bahwa warna tersebut dipilih karena sebagai warna kamuflase saat terbang.

 

“Sekarang pesawat kepresidenan berwarna merah. Entah maksudnya apa, bisa warna bendera bisa juga corona. Dulu biru. Desain dan warna karya seorang mayor desainer di TNI AU,” tulis Andi Arief dikutip Galamedia dari Twitternya.

“Dominasi biru langit adalah upaya peningkatan keamanan penerbangan, sebagai warna kamuflase saat terbang.” jelasnya. Mengetahui hal tersebut, Aktivis Ferry Koto pun mengatakan bahwa tidak ada kaitan kamuflase dengan warna pesawat.

“Kalau ini bisa2 pak Sudi saja. Ndak ada kaitan kamuflase dg warna pesawat. Pesawat itu ‘dilihat’ dg radar. Dan radar itu tak melihat warna,” tulis Ferry Koto melalui akun Twitternya @ferrykoto.

 

“Jk pesawat terbang rendah, mau biru atau merah, sama saja, terlihat!” jelasnya. Ferry Koto pun mengatakan bahwa bisa saja alasan dipilihnya warna biru karena warna Partai Demokrat atau meniru USF One.

“Alasan pilih biru, bisa jd karena warna PD, atau niru USF One,” ungkapnya. Ferry Koto pun mengatakan bahwa mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi mengecat ulang Pesawat RI 1, esensinya bukan soal warna yang dipilih.

“Era Pak SBY pilih biru, tak salah. Pun era pak Jokowi pilih merah, tak salah. Tak ada peraturan apa pun yg dilanggar. Bahkan sisi iptek pun tak ada masalah,” papar Ferry Koto.

Pegiat media sosial ini pun mengatakan bahwa ia hanya sekedar memberikan saran saja.

“Jika kritiknya selalu membandingkan dgn era pak @SBYudhoyono, maka yg terjadi adalah kehilangan esensi kritik,” kata Ferry Koto.

“Kritiklah pemimpin sesuai era dan kondisinya. Jangan dgn membandingkan dgn kondisi sebelumnya,” imbuhnya. Andi Arief yang mengetahui cuitan Ferry Koto itu pun membalas cuitannya terkait pemilihan warna pesawat.

“Ada kajiannya dari mayor TNI AU soal warna itu. Bukan bisa2 Pak Sudi. Ada designer yang penjelasannya scientific, sekarang masih disimpan setneg,” balas Andi Arief pada cuitan Ferry Koto.

Politikus Partai Demokrat itu pun mengatakan jika diganti merah, maka harus ada kajian dan penjelasannya. “Kalau diganti merah, siapa yg bisa melarang, tapi tentu harus ada kajian dan penjelasan,” tegas Andi Arief.***

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here