Ancam Polisikan Ketua KNPI, justru Ferdinand Hutahaean harusnya Terimakasih karena Sudah Dilaporkan

403
Ferdinand Hutahaean

JAKARTA – Rencana Ferdinand Hutahaean akan melaporkan Ketua Umum KNPI Haris Pertama karena sudah melaporkannya ke Bareskrim Polri.

Haris Pertama melaporkan Ferdinand Hutahaean ke Bareskrim Polri terkait cuitan ‘Allahmu lemah’ karena dinilai telah melakukan penistaan agama.

Sebaliknya, justru Ferdinand Hutahaean semestinya menyampaikan terima kasih kepada KNPI karena telah melaporkannya ke polisi.

Sebab, Langkah hukum tersebut bertujuan demi mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia dan tegaknya Pancasila di NKRI.

“Seharusnya terima kasih. Sayangnya Ferdinand terlihat arogan dan jumawa dengan mengancam akan melaporkan balik Haris Pertama,” ujar Bintang, Jumat (7/1/2022).

Karena itu, pihaknya mendesak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo segera bertindak dengan memerintahkan anak buahnya menangkap Ferdinand.

Sebab, cuitan eks politikus Partai Demokrat itu sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

“Cuitan Ferdinand berpotensi memecah belah kaum beragama, harus dipores, ditangkap, dijebloskan ke penjara,” tegasnya.

Selain itu, Polri juga sudah sepatutnya mengambil langkah tegas dan cepat menetapkan status tersangka Ferdinand.

Itu dilakukan agar ada efek jera bagi siapapun tidak lagi menebar kebencian dan permusuhan dengan konteks SARA.

Sementara, penyidik Bareskrim Polri telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ferdinand Hutahaean dalam kasus cuitan yang diduga penistaan agama.

Pemeriksaan terhadap Ferdinand Hutahaean sebagai tindak lanjut penyidik atas status terlapor yang sudah naik ke tingkat penyidikan.

“Pemeriksaan FH (Ferdinand Hutahaean) nanti Senin (10/1/2022) akan dilakukan pemeriksaan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (7/1/2022).

Brigjen Ahmad Ramadhan berharap, Ferdinand Hutahaean memenuhi panggilan penyidik terkait kasus cuitannya itu.

Sebab penyidik juga telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap Ferdinand Hutahaean.

“Pemeriksaan (FH) statusnya masih saksi,” ujarnya.

Ramadhan menegaskan, pihak tetap akan menangani kasus yang melibatkan Ferdinand Hutahaean secara profesional dan teliti.

Pasalnya kasus dugaan yang bermuatan SARA itu menjadi perhatian semua umat dan kalangan di Indonesia.

“Kasus FH (Ferdinand Hutahaean) ini kita tangani secara profesional dan teliti,” kata Ahmad Ramadhan.

Brigjen Ramadhan menuturkan, hingga saat ini ada penambahan pemeriksaan lima saksi ahli.

Terdiri dari saksi ahi agama Kristiani, Katolik, dan agama lainnya.

Penambahan saksi ahli tersebut sebagai upaya Polri untuk membuktikan profesionalitas dalam menangani kasus FH.

“Total saksi sudah 15 saksi telah kita periksa. 10 saksi ahli dan saksi biasa. Saksi ahli dari saksi ahli agama Kristiani dan Katolik,” ujarnya. (muf/fir/pojoksatu)

Sumber Berita / Artikel Asli : Pojoksatu

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here