Anak Buah AHY terheran-heran, Bagi-bagi Sembako Jokowi kok Malah Membahayakan Jiwa Rakyat

402
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra

 JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra heran dengan bagi-bagi sembako Presiden Jokowi di Terminal Grogol, Jakarta Barat, yang menjadi kerumunan.

Herzaky menilai, yang dilakukan Presiden Jokowi itu merupakan potret buram penanganan Covid-19 di Indonesia.

Kondisi itu menunjukkan situasi rakyat yang cukup berat dengan apa yang terjadi saat ini.

Sehingga, masyarakat sampai rela mengantre dan berkerumun untuk mendapatkan sembako meski dihadang risiko terpapar Covid-19.

“Itu mungkin membahayakan jiwa mereka demi satu kantung sembako,” ujar Herzaky kepada JPNN.com (jaringan PojokSatu.id), Rabu (11/8/2021).

Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini mengaku heran dengan sistem dan mekanisme bagi-bagi sembako yang dilakukan Pemerintah.

Sebab, terlihat tidak ditata dengan rapi atau melakukan cara aman dengan membagikan langsung ke rumah-rumah warga tanpa harus ada kerumunan.

“Melainkan memilih cara membagikannya secara acak dan tidak terstruktur bahkan menimbulkan risiko warga yang mengantre terpapar Covid-19,” ujarnya.

Ia juga menilai pemerintah seperti tak memiliki perencanaan matang dalam hal ini.

Yang terjadi kemudian adalah, justru memilih cara sporadis untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi sekarang ini.

Saat kemudian melahirkan masalah baru atas kebijakan yang dipilih hari ini, baru pemerintah memikirkan cara lain untuk mengatasinya.

Pilih Sensasi

Herzaky juga menilai, kebijakan yang diambil pemerintah tidak menyeluruh dan tak antisipatif.

Maka, tak heran kalau pemerintah seakan sering kaget bahkan bingung mesti berbuat apa kalau situasi memburuk.

“Beginilah potret buram penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia,” tutur dia.

Ironisnya, kata dia, pemerintah malah memilih membuat kebijakan yang menimbulkan sensasi, bukan menyelesaikan langsung inti permasalahan.

“Menimbulkan euforia, kehebohan, tetapi tidak menyelesaikan masalah utama. Seakan kini masih kampanye,” kata dia.

Padahal, jelas direktur Manilka Research itu, Jokowi saat ini menjabat di periode keduanya.

Semestinya, imbuhnya, Jokowi sekarang fokus pada kerja nyata yang memberikan hasil berdampak panjang.

“Bukan kebijakan sekadar menimbulkan sensasi dan berusaha merebut empati sesaat dari rakyat,” paparnya.

Karena itu, ia mendesak pemerintah menunjukkan keseriusan dalam menangani pandemi Covid-19.

Selain itu, juga mengambil kebijakan yang benar-benar bermanfaat menyelamatkan nyawa rakyat, bukan sekadar memberikan manfaat sesaat.

“Nyawa rakyat sangat berharga dan ancaman Covid-19 sangat nyata,” ucap Herzaky.

Sumber Berita / Artikel Asli :  (jpnn/ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here