Anak Akidi Tio Bikin Heboh Satu Indonesia, Politisi Demokrat: Disikapi Terburu-buru, Terlalu Emosional

347
Irjen Eko Indra Heri, sosok Kapolda Sumsel di balik bantuan Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 dari keluarga Akidi Tio

Masyarakat Indonesia baru saja dihebohkan oleh berita terkait sumbangan dari keluarga Akidi Tio dengan nominal fantastis, Rp 2 triliun.

Namun belakangan mencuat bahwa jika sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio tersebut hanya kabar bohong belaka.

Imbasnya, beberapa waktu yang lalu anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti sempat dimintai keterangan oleh polisi terkait kasus sumbangan Rp 2 triliun itu.

Sebelumnya juga sempat beredar kabar jika Heriyanti dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan telah menyebarkan berita bohong.

Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto angkat bicara terkait masalah tersebut.

Ia meminta Polri bertindak transparan, terukur, profesional, dan akuntabel dalam menangani kasus dugaan sumbangan fiktif senilai Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio yang menjadi polemik di tengah masyarakat.

Didik juga meminta polisi harus segera mengusut tuntas jika ada dugaan tindak pidana oleh keluarga Akidi Tio yang menjanjikan bantuan tersebut.

“Karena bagaimanapun juga muncul dugaan adanya upaya untuk melibatkan kepolisian meskipun secara tidak langsung terhadap sebuah kepentingan tertentu oleh pemberi komitmen,” kata Didik saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 4 Agustyus 2021.

Ia menilai kasus tersebut menyangkut persoalan integritas dan kredibilitas institusional Polri dan juga terkait dengan governance dan akuntabilitas seorang aparat dan pejabat.

Oleh karena itu, menurut dia, kasus tersebut harus ditangani secara tepat dan proporsional serta jangan sampai institusi kepolisian ditarik-tarik secara tidak langsung dalam kepentingan tertentu, apalagi kepentingan praktis dan merugikan orang lain.

“Saya sangat prihatin dan cukup kaget mendengar adanya dugaan tindak kebohongan atau tidak dapat direalisasikannya bantuan Covid-19 yang nilainya hingga Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio yang seremonialnya konon diterima Kapolda Sumatera Selatan dan disaksikan Gubernur Sumsel,” paparnya, dikutip dari Antara.

Didik menilai kasus tersebut cukup memprihatinkan dan disayangkan karena informasi bantuan tersebut tidak dilakukan pendalaman serta penelaahan.

Politikus Partai Demokrat tersebut juga menyesalkan karena informasi bantuan tersebut tidak dipastikan dahulu akurasi dan kebenarannya sebelum diterima secara resmi serta diumumkan kepada kalayak ramai.

“Seolah-olah disikapi terlalu terburu-buru, terlalu emosional, dan tidak hati-hati, padahal secara logika sumbangan Rp 2 triliun tersebut adalah jumlah yang sangat besar. Tidak heran jika masyarakat meragukan governance dan akuntabilitas penyikapan penerimaan komitmen bantuan tersebut,” terangnya.

Atas kejadian tersebut, dia menyarankan agar para pejabat harus mengambil pembelajaran besar untuk lebih hati-hati dalam menyikapi hal-hal serupa.

Menurut dia, jangan sampai masyarakat menilai karena kurang kehati-hatian dan kurang tepat dalam menganalisis serta kurang akurasinya dalam mendalami sebuah informasi, akhirnya mudah diperdaya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here