Amien Rais Bawa-bawa Akidah, Ruhut Sentil Perasaan Zulhas

621

Belakangan ini, Partai Amanat Nasional (PAN) makin dekat dengan koalisi pemenang Pilpres, Jokowi-Ma’ruf. Politisi seniornya, Amien Rais geram. Dia mengimbau partai berlogo Matahari Putih ini, untuk bersikap oposisi.

Kalau nekat koalisi juga, Amien bilang, itu bagai menggadaikan akidah demi kepentingan sesaat.

Mantan Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul menilai, pernyataan Amien terlalu berlebihan. Tak usahlah bawa-bawa akidah dalam urusan politik. Ruhut bahkan menyentil Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), yang juga besan Amien Rais.

“Pak Amien Rais mengatakan Koalisi PAN dengan pemerintahan Bapak Joko Widodo sama dengan menggadaikan “Akidah”, gimana ya perasaan besannya yang juga Ketua Umum PAN Pak Zul belum lagi para Deklarator PAN dan Pengurus yang Non Muslim. MERDEKA,” kicau Ruhut lewat akun Twitter-nya @ruhutsitompul, Sabtu (3/8/).

Kicauan Ruhut mendapat sambutan netizen. Warganet juga bilang, pernyataan Amien berlebihan. “Apakah @Official_PAN yang didirikan oleh @AmienRais_ itu partai yang berbau keagamaan? Tidak sama sekali, lalu mengapa harus ada istilah gadaikan akidah? Akidah apa Pak Amien?” tanya akun @ElfanKoto.


Netizen lainnya, menyindir Amien dengan nyinyiran. “Si Mbah sudah mulai pikun, sebaiknya istirahat dalam berpolitik, kalaupun masih tetap ingin berpolitik harap santun dijaga. Semoga beliau paham,” cuit aku @BadangKarimun disambut nasihat bijak tweeps @EdaneKi. “Harusnya, orang-orang pintar dan penuh pengalaman ini lantang bersuara, berbagi ilmunya pada sesama, bahkan menggerakkan peradaban ke arah yang lebih baik.”

Yang lain meledek PAN, seperti akun @KenikoSpacy. “Emang PAN itu termasuk partai besar? Minimal 5 besar, partai ini urutan 8 atau no 2 dari buncit tapi koar-koar mereka di media melebihi pemenang pemilu,” cuitnya ditimpali candaan @robymartin89. “Kasian mereka yang mendukung Jokowi, akidahnya digadaikan di Pegadaian.”

Meski demikian, tak sedikit pula yang mendukung pernyataan Amien. “Tetaplah jadi oposisi, karena pemerintahan Pak @jokowi juga butuh kritik,” saran @AzmiMaulidah senada dengan @SyafrinB. “Namanya demokrasi harus ada yang kritik jika tidak semua kebijakan kongkow-kongkow partai pendukung semua yes Bos. Justru ada oposisi demokrasi jadi hidup dan begairah NKRI akan tidak salah urus kerena ada yang mengingatkan.”

Tweep @as_siglie menimpali. “Untuk mencari makan tidak hanya jadi Menteri.”

Seperti diketahui, pernyataan Amien dituangkan dalam sikapnya melalui surat yang ditulis tangan. Surat itu dibacakan Instruktur Perkaderan Senior PAN Icu Zukafril, di hadapan kader PAN yang hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Oposisi Tugas Suci Amanat Rakyat 2019” yang diselenggarakan oleh Instruktur Nasional PAN di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Jumat (2/7).

Ada enam poin yang ditulis Amien dalam surat berjudul “Sikap PAN Ke Depan” tersebut. Pertama, Amien mengingatkan, oposisi lebih bermartabat dan terhormat. Apalagi, Amien mengklaim, sikap oposisi sesuai aspirasi mayoritas anggota dan para pemilih PAN.


Poin selanjutnya, Amien mengingatkan, PAN bisa terpuruk dalam Pileg mendatang, jika mendukung pemerintahan Jokowi tanpa syarat. “Masyarakat luas sangat sinis, dan jangan harap PAN bisa lolos threshold Pileg yang akan datang,” sebut Amien dalam suratnya.

Poin berikutnya, Amien menilai, hampir pasti pemerintahan Jokowi akan melanjutkan kebijakan, yang dinilainya jelas menghancurkan masa depan bangsa dan negara. Kata Amien, politik ekonomi Indonesia akan disubordinasikan di bawah kepentingan China.

Kepentingan rakyat sendiri, cuman dipidatokan untuk lip service dan hanya meninabobokan rakyat. “Alangkah aib dan malu, serta hina dina PAN di hadapan Allah YME. Kita gadaikan aqidah dan politik kita untuk kepentingan sesaat, sedangkan masa depan PAN sungguh tragis dan tidak ada lagi jalan kembali,” ungkap Amien dalam poin berikutnya.

Selanjutnya, Amien mewanti-wanti agar PAN tidak ikut kotor berlumuran dosa sejarah. Sebab, ia menilai, ekonomi pemerintahan Jokowi sangat jauh dari penerapan Pasal 33 UUD 1945, dari prinsip adil dan keadilan sebagaimana tertera dalam Pancasila.

Di poin terakhir, Amien kembali mengimbau PAN mengambil peran dan posisi yang menurutnya, diridhoi Tuhan. “Hidup cuma sekali. Hidup bagaikan sandiwara singkat, cuma puluhan tahun saja. Mari kita ambil peran dan posisi yang diridhoi-Nya. Jangan sebaliknya,” ajak Amien. [FAQ]rmco

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 7 = 2