Ali Ngabalin Sindir Najwa Shihab Sampah Demokrasi?

306
Ali Mochtar Ngabalin (@ngabalin)

JAKARTA- Nama tenaga ahli utama kantor staf presiden, Ali Mochtar ngabalin jadi trending nomor satu di jagat Twitter pada Sabtu (10/7). Pasalnya, Ali Ngabalin mengunggah video wawancara Najwa Shihab dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terkait penanganan pandemi.

Di potongan video itu, Luhut terdengar sedang berdebat dengan Najwa Shihab ketika diwawancarainya secara virtual. Luhut menanyakan ke Najwa tentang kontribusinya kepada negara. Luhut juga bilang Najwa agar tidak merasa diri paling pahlawan dan paling bersih.

Ali Ngabalin yang ikut membagi potongan video itu, dia menulis tentang sampah demokrasi melalui caption unggahannya.

“Sampah-sampah demokrasi minta Jokowi mundur. Banyak yang sakit karena selain tidak ikhlas juga karena lukanya sangat dalam,” tulis Ngabalin.

Tidak diketahui, sebutan sampah demokrasi disematkan kepada siapa, namun menurut Ngabalin, mereka yang punya hasat dan dengki keada pemerintah.

“hasat dan dengki adalah perilaku yang merusak amal dan memperpendek usia. Hati hati jalanya licin kalau terjatuh patah tangan barang siapa selalu ngibulin serbet ngabalin akan turun tangan,” tulis Ngabalin.

Sementara itu, menanggapi unggahan Ngabalin, Najwa Shihab angkat bicara. Jurnalis televisi ini berujar bahwa video itu telah dimanipulasi.

Menurutnya, video itu merupakan versi hoaks dari episode Mata Najwa berjudul ‘Gerabak-Gerubuk Urus Pagebluk’ yang tayang pada 22 September 2020.

“Versi hoaks itu menggabungkan konten yang sebenarnya berasal dari dua segmen Mata Najwa yang berbeda (segmen 2 dan segmen 3), juga gabungan jawaban Pak Luhut atas pertanyaan-pertanyaan saya yang juga berbeda-beda,” kata Najwa saat dihubungi, Jumat (9/7).

“Saya sangat menyesalkan manipulasi informasi ini juga diamplifikasi dan dikomentari oleh pejabat publik, katanya.

Ada pihak-pihak yang sengaja memotong dan mengedit video tersebut. Kemudian dibumbuhi caption yang provokatif.

“Lalu dibumbui caption-caption lebay dan menghasut. Dan, lantas didistribusikan selalu dan mula-mula oleh akun-akun pendengung,” ujar Najwa.

“Saya sangat menyesalkan manipulasi informasi ini juga diamplifikasi dan dikomentari oleh pejabat publik. Berat sekali usaha kita untuk menjernihkan ruang publik dari distorsi dan manipulasi jika banyak pejabat gampang termakan informasi-informasi palsu seperti ini,” ujar Najwa Shihab. (dal/fin).

Sumber Berita / Artikel Asli : FIN

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here