Alasan Pemerintah tak Gunakan Sinovac untuk Booster

375
Vaksin

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Dian Fath Risalah, Eva Rianti

Di tengah terus merebaknya varian Omicron, pemerintah mulai Rabu (12/1/2022) ini memulai program vaksinasi dosis penguat atau booster. Namun, berbeda dengan rekomendasi dan emergency use authorization (UEA) dari BPOM, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak menggunakan Sinovac untuk vaksin booster.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, mulai 2022, vaksin Sinovac akan diprioritaskan bagi anak usia 6-11 tahun. Oleh sebab itu, vaksin Sinovac tidak dijadikan vaksin lanjutan atau booster.

“Vaksin Sinovac tidak untuk booster dan hanya untuk vaksin anak,” kata Nadia kepada Republika, Rabu (12/1/2022).

Penggunaan vaksin Sinovac untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun dilakukan atas dasar izin BPOM RI. Hingga kini, baru vaksin Sinovac yang mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari BPOM.

Beberapa wilayah mencatatkan cakupan vaksinasi anak yang baik. Diketahui, Selasa (11/1/2022), vaksinasi anak 6-11 tahun dosis pertama di wilayah Bali telah melampaui 100 persen. Sedangkan secara nasional, 25,5 persen dari sasaran vaksinasi Covid-19 bagi anak 6-11 tahun telah mendapatkan perlindungan kesehatan tersebut.

“Dari 26,4 juta anak sasaran vaksinasi, sudah lebih dari 6,7 juta anak telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Untuk pemberian booster, telah dimulai sejak Rabu (12/1/2022) hari ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Program vaksin booster ini akan dilakukan secara gratis untuk masyarakat Indonesia.

Diketahui, takaran booster yang akan diberikan setengah dosis. Pada Selasa (11/1/2022) Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kombinasi vaksinasi booster yang diberikan sesuai dengan pertimbangan para peneliti dalam dan luar negeri serta sudah dikonfirmasi oleh Badan POM dan ITAGI, antara lain ; Untuk vaksin primer Sinovac atau vaksin dosis pertama dan kedua Sinovac akan diberikan vaksin booster setengah dosis Pfizer atau AstraZeneca.

Untuk vaksin primer AstraZeneca atau vaksin dosis pertama dan kedua AstraZeneca akan diberikan vaksin booster setengah dosis Moderna. Ini adalah kombinasi awal vaksin booster yang akan diberikan berdasarkan ketersediaan vaksin yang ada, dan juga hasil riset yang sudah disetujui oleh Badan POM dan ITAGI. Seluruh kombinasi ini, sudah mendapatkan persetujuan dari BPOM dan juga rekomendasi dari ITAGI.

photo

Warga lansia mengikuti vaksinasi Covid-19 booster di Kalurahan Sardonoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (12/1). Vaksinasi Covid-19 booster untuk Lansia mulai dilakukan di Yogyakarta. Pada Vaksinasi booster perdana ini disediakan 600 dosis vaksin Covid-19 Astrazeneca dan Pfzer. – (Wihdan Hidayat / Republika)

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Maxi Rein Rondonuwu mengklaim, stok vaksin untuk program booster mencukupi. Pada hari ini, Maxi meninjau langsung kick off vaksinasi booster Covid-19 atau dosis ketiga di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Kalau ketersediaan vaksin untuk booster kita memadai sekali. Saat ini masih ada hampir 130-an juta dosis sudah siap Biofarma,” kata Maxi di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (12/1/2022).

Target sasaran untuk saat ini, lanjutnya, adalah kelompok lanjut usia serta yang memiliki risiko tinggi atau komorbid. Nantinya, tetap ada target peluang untuk kelompok selain lansia dan rentan.

“Sesuai arahan Pak Presiden, memang kita mulai dengan tahapan yang berisiko tinggi. Apalagi dengan Omicron ini yaitu lansia dan compromised. Ini jadi prioritas pertama dan memang target sasaran kita kan semua yang di atas 18 tahun yang sudah mendapatkan vaksinasi primer dosis 1 dan dosis 2 maupun dosis 1 Jadi itu semua akan dapat di atas 18 tahun. Tapi prioritas awalnya memang lansia, ” terangnya.

Vaksinasi booster disambut baik oleh lansia di Kramat Jati. Salah satunya adalah Parlindungan Simatupang.

“Tentu senang karena ini suatu keharusan untuk menghindari penyakit yang sedang mewabah,” ucapnya.

Ia dan istri kini telah divaksinasi booster. Parlindungan mengajak kepada sesama lansia untuk divaksinasi booster memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah.

Di Tangerang Selatan (Tangsel), puluhan lansia juga mengikuti program vaksinasi Covid-19 booster perdana di RSU Tangsel, Banten, Rabu. Beberapa diantara para lansia tersebut mengungkapkan alasan mau disuntik vaksin, mulai dari kesadaran diri akan kesehatan hingga kesiapan untuk menjalankan ibadah haji/umroh.

“Ini kan demi kesehatan, apalagi Omicron ini meningkat juga jadi kenapa tidak? Terus saya juga ada rencana mau naik haji sudah pending di tahun 2020, jadi saya harus siap apalagi ada kesempatan ini,” ungkap Lussy (61 tahun), salah satu lansia.

Lussy menuturkan, seusai disuntik vaksin, dia mengaku merasakan sedikit efek, misalnya, rasa agak pegal bekas suntikan vaksinasi. Namun, secara umum warga Pamulang tersebut merasa hal itu normal dan wajar.

Ita (64), warga asal Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang mengatakan, dirinya mengaku apresiasi dengan diadakannya vaksinasi booster bagi kalangan lansia sepertinya. Hal itu menurutnya dapat meningkatkan rasa aman bagi lansia yang diketahui tergolong kelompok rentan terpapar Covid-19.

“Saya bersyukur karena Tangsel sudah mengadakan booster ini kepada lansia karena saya pikir lebih cepat lebih baik untuk kesehatan kita,” tuturnya.

 

photo

Vaksinasi Booster di Indonesia – (Infografis Republika.co.id)

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here