Alasan KPK Tangkap Bupati Calon Ibu Kota Negara Baru, Abdul Gafur Mas’ud Diduga Terlibat Dua Kasus Korupsi

291
Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati calon Ibu Kota Negara Baru alias Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud.

Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur itu ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu, 12 Januari 2022.

Menurut Wakil Ketua KPK Nurul Gufron, Abdul Gafur Mas’ud terlibat dalam dugaan dua kasus maling uang rakyat.

“Giat tangkap tangan terhadap penyelenggara negara di wilayah Penajam Paser Utara atas dugaan penerimaan suap dan gratifikasi,” ungkap Gufron dikutip SeputarTangsel.Com dari Pikiran Rakyat pada Kamis, 13 Januari 2022.

Meskipun sama-sama tindakan korupsi, suap dan gratifikasi merupakan dua hal yang berbeda.

Dikutip dari situs Kementerian Hukum dan HAM, suap merupakan tindakan yang dilakukan atas dasar kesepakatan bersama atau disebut ‘meeting of minds’.

Sedangkan gratifikasi dilakukan tanpa kesepakatan bersama sebelumnya.

Sementara itu, KPK sendiri belum mengungkap detail kasus terkait tindakan maling uang rakyat yang dilakukan Bupati Penajam Paser Utara tersebut.

Gufron menyebut, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Sementara ini kami masih melakukan pemeriksaan selama 1×24 jam untuk memperjelas duduk perkaranya,” tutur Gufron.

Di sisi lain, Ketua KPK Firli Bahuri mengungkap bahwa ada 10 orang lainnya yang berhasil diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan tersebut.

Akan tetapi ia pun belum bisa menjelaskan detail terkait penangkapan dan identitas dari para terduga maling uang rakyat itu.

“KPK melakukan tangkap tangan salah satu bupati di wilayah Kalimantan Timur yaitu Bupati Penajam Paser Utara beserta 10 orang pihak terlibat,” kata Firli.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here