Akun Pembela Presiden Hilang, Sujiwo Tejo: Salah Sasaran, Tiadanya Akun Itu Justru Memperkuat Jokowi

480
Budayawan Sudjiwo Tedjo. /Twitter.com/@sudjiwotedj/ /

Sejumlah akun media sosial Twitter para pendukung garis keras Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba-tiba menghilang.

Akun tersebut di antaranya milik dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando (@adearmando1), pegiat media sosial, Denny Siregar (@Dennysiregar7), dan politikus, Ferdinand Hutahaean (@ferdinandhaean3).

Menurut penelusuran Galamedia, akun Twitter @adearmando1 tidak muncul dalam kolom pencarian.

“Account suspended. Twitter suspends accounts which violate the Twitter Rules,” tulis Twitter pada halaman profil Ade Armando.

Sementara akun Denny Siregar diketahui benar-benar menghilang dan bukan terkena suspensi.

“This account doesn’t exist. Try searching for another,” demikian penjelasan Twitter terhadap akun tersebut.

Selanjunya, sama seperti Ade Armdano, akun Ferdinand juga mengalami suspensi akun dari Twitter.

“Account suspended. Twitter suspends accounts which violate the Twitter Rules,” tulis Twitter pada halaman profil Ferdinand.

Sebagaimana diketahui, ketiga tokoh tersebut memang kerap kali membela pemerintahan apapun tindakannya.

Relawan Jokowi, Kristia Budhyarto alias Kang Dede lantas mengungkap ada sejumlah pihak yang menggelontorkan dana hingga Rp 3 miliar untuk menutup akunakun tersebut.

“Sampai ngeluarin anggaran 3M buat sewa tukang ras agar akun2 pendukung pemerintah suspend. Coba duit sebanyak itu pake untuk penanganan Covid-19 lebih bermanfaat. Tapi yasudahlah…kualitas kondom bergerigi emang cuma segitu,” katanya melalui akun Twitter pribadi @kangdede78 Minggu, 8 Agustus 2021.

Menanggapi hal ini, budayawan Sujiwo Tejo menilai adanya salah sasaran bila penghilangan akun pembela Jokowi dimaksud untuk melemahkan istana.

“Bila penghilangan akun2 pembabi-buta pembela Pak @jokowi dimaksud utk melemahkan istana, menurutku justru salah sasaran,” tuturnya melalui akun Twitter pribadi @sudjiwotedjo Minggu, 8 Agustus 2021.

 

Menurutnya dengan tidak adanya akunakun tersebut justru membuat Jokowi kuat karena tidak terkesan antikritik dan publik akan semakin menghormati presiden ke tujuh itu.

“Tiadanya akun2 itu justru membuat Pak Jokowi kuat karena tak terkesan antikritik, tak terkesan kasar dalam merespon kritik. Rakyat makin respek ke Pak Jokowi,” pungkasnya. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here