Akun ‘Bani Jahiliyah BuzzerRp’ Ditutup, Politisi Demokrat: Setetes Embun di Tengah Mati Surinya Demokrasi

237

Politisi Partai Demokrat, Taufik Rendusara menanggapi soal ditangguhkannya akun-akun Twitter para pegiat media sosial, seperti Denny Siregat, Ade Armando, Ferdinand Hutahaean, hingga Chusnul Chotimah.

Melalui akun Twitter @TRendusara, Taufik menyebut para pegiat media sosial itu sebagai “bani jahiliyah buzzeRp”.

Ia juga mengatakan bahwa ditangguhkannya akun para pegiat medsos itu ibaratnya setetes embun di tengah mati surinya demokrasi.

“Ditutupnya serentak akun-akun bani jahiliyah buzzeRp yang selalu mengadu domba dengan diksi-diksi rasis guna memecah belah persatuan antar anak bangsa merupakan setetes embun di tengah mati surinya Demokrasi saat ini,” katanya pada Sabtu, 7 Agustus 2021.

Seperti diberitakan Terkini.id sebelumnya, akun-akun Twitter para pegiat medias sosial memang ditangguhkan dalam waktu berdekatan.

 

Ferdinand Hutahaean bahkan telah membuat beberapa akun baru, namun terus berujung ditangguhkan.

Menyusul itu, akun yang memiliki followers paling banyak di antara mereka, yakni Denny Siregar juga sudah tidak dapat diakses.

Dipantau Terkini.id, sempat timbul tudingan bahwa Partai Demokratlah dalang di balik ditangguhkannya akun-akun tersebut.

 

Terkait hal ini, beberapa politisi Partai Demokrat, termasuk Taufik Rendusara telah memberikan respons.

Namun, ia tidak menyangkal ataupun mengakui secara tegas tudingan yang beredar tersebut.

“Jika memang para bani jahiliyah buzzeRp seperti Denny Siregar, Ade Armando, Ferdinand, dll merasa akunnya di take down kader-kader Demokrat. Whicis… Netizen udah boleh mengucapakan ‘Terimakasih Demokrat’ belum? Sekedar bertanya,” katanya pada Minggu, 8 Agustus 2021.

Deputi Badan Komunikasi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana juga sempat berkomentar melalui akun Twitternya.

“Akunnya disuspend marah-marah ke Demokrat, hahaha,” katanya melalu akun @panca66 pada Minggu, 8 Agustus 2021.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here