Aksi Mahasiswa di Depan Gedung DPR, Polisi Siapkan Water Canon dan Gas Air Mata

379

JAKARTA – Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa dan aktivis pro-demokrasi kembali akan digelar di sejumlah daerah.

Di Jakarta, aksi unjuk rasa itu akan dipusatkan di depan Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Selasa (24/9/2019).

Dalam tuntutan aksi kali ini, mahasiswa menolak pengesahan Revisi RUU KPK serta meminta DPR menunda pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

Pasalnya, RUU KUHP dinilai berisiko memberangus kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat.

Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, dalam aksi kali ini pihaknya memperketat keamanan di kawasan DPR RI.

Hal itu dilakukan mengingat aksi demikian sangat rawan terjadi bentrok.

“Penjagaan diperketat ya. Ada tameng juga di depan DPR,” kata Dedi saat dikonfirmasi Pojoksatu.id, Selasa (24/9).

Tak hanya itu, anggota yang bertugas di lapangan juga dibekali berbagai keamanan. Hal itu guna menjaga keselamatan anggota.

Selain itu, anggota juga tidak dibekali senjata. Hanya dibekali tameng yang sesuai dengan standar SOP aksi.

“Sesuai SOP tidak (dibekali senjata) hanya tameng, water conon dan gas air mata,” ungkap Dedi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan untuk menunda pengesahan RKUHP yang awalnya akan disahkan pada hari ini, 24 September 2019.

Penundaan juga dilakukan terhadap RUU Pertanahan, RUU Minerba, dan keempat RUU Pemasyarakatan.

“Tadi siang saya bertemu dengan Ketua DPR, Ketua Fraksi, serta Ketua Komisi. Intinya tadi saya minta agar pengesahan itu ditunda untuk kita bisa mendapatkan masukan-masukan, substansi yang lebih baik sesuai keinginan masyarakat,” ujar Jokowi, usai rapat konsultasi di Istana Merdeka, Senin (23/9).

Dengan demikian, tinggal RUU (PPP) yang akan disahkan sesuai jadwal.

“Jadi yang belum disahkan tinggal satu yaitu Rancangan Undang-Undang Tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan Perundang-undangan,” ujar Jokowi.

(fir/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here