Akhirnya Terungkap Kondisi Terkini AKP Rita Yuliana Masuk Rumah Sakit, Ferdy Sambo Dicopot dari Jabatan

398
Tewasnya Brigadir J Hingga Tanggapan Rita Yuliana Soal Beredarnya Isu Hubungan dengan Ferdy Sambo

Akhirnya terungkap kondisi terkini polwan cantik AKP Rita Yuliana. Dilain pihak, Irjen Ferdy Sambo baru saja dimutasi ke Yanma Polri.

Kondisi terkini AKP Rita Yuliana kini terungkap, ternyata AKP Rita Yuliana tidak dalam kondisi baik-baik saja.

Kabar kurang baik datang dari AKP Rita Yuliana setelah namanya viral di media sosial.

Nama AKP Rita Yuliana sempat jadi sorotan publik.

Bahkan nama AKP Rita Yuliana sempat menjadi trending topik dan ramai dicari dalam pencarian Google.

Nama polwan cantik AKP Rita Yuliana viral karena terseret kasus kematian Brigadir J.

AKP Rita Yuliana kembali viral karena isu hubungan dengan Irjen Ferdy Sambo.

Sebuah akun Twitter bernama @m_mokoginta membuat cuitan terkait Ferdy Sambo.

Dalam cuitannya pemilik akun tersebut menuliskan 2 hal yakni Ferdy Sambo yang sudah tidak akur dengan istri.

Selain itu, nama AKP Rita Yuliana juga di tulis dalam poin nomor 2 yang berkaitan dengan sosok Ferdy Sambo.

Berikut isi cuitannya :

1.Sambo sudah tidak akur dengan istri sejak lama, bahkan sering pisah rumah.

2.Sambo memiliki cem ceman, Polwan pangkat AKP Rita Yuliana akpol 2013, informasinya Polwan tersebut akan mengundurkan diri atas permintaan FS dan sedang proses.

Sebagaimana diketahui Brigadir J tewas karena adu tembak dengan Bharada E di rumah dinas Ferdy Sambo.

Kasus tersebut pun menyeret nama AKP Rita Yuliana.

Kondisi terkini Rita Yuliana kini sedang terbaring di rumah sakit.

Hal itu terlihat dalam unggahan terbarunya di Instagram story (instastory) pribadi akun pribadi AKP Rita Yuliana @ritasorchayuliana.

Dalam instastorynya, AKP Rita Yuliana nampak terbaring lemah di ranjang rumah sakit.

AKP Rita Yuliana nampak sedang diinfus. Ia memegangi buket bunga dari para rekan yang menjenguknya.

Terdengar dari suara dibalik video itu memberikan semangat untuk sembuh.

“Semoga cepat sembuh kakak cantik, tetap cantik kok ya Allah,” ucap suara dibalik video itu, dikutip dari akun Instagram @ritasorchayuliana, Jumat 5 Agustus 2022.

Namun, hingga artikel ini diterbitkan, belum ada keterangan sakit apa yang diderita AKP Rita Yuliana.

Sementara itu, disisi lain kini Ferdy Sambo telah dicopot dari jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri usai pemeriksaan terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

Bahkan nama Ferdy Sambo masuk dalam daftar nama anggota Polri yag terancam pidana atas kasus pembunuhan Brigadir J.

Hal itu setelah menyusul Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memutasi sejumlah anggota Polri yang diduga terseret kasus pembunuhan Brigadir J.

Pasalnya, daftar nama anggota Polri itu disebutkan melanggar kode etik serta ketidakprofesionalan di TKP di mana Brigadir J tewas.

Dikutip dari laman resmi Humas Polri, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi terhadap 25 personel polisi.

Mutasi ini merupakan komitmen Polri untuk transparan dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

 

“Di mana 25 personel ini kita periksa terkait dengan ketidakprofesionalan dalam penanganan TKP,” kata Sigit dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis 4 Agustus 2022.

Mutasi besar-besaran ini termaktub di Telegram dengan nomor 1628/VIII/KEP/2022/ 4 Agustus 2022.

Adapun dalam telegram tersebut nama Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dimutasi sebagai Pati Yanma Polri.

Posisi Irjen Ferdy Sambo akan digantikan oleh Wakabareskrim Polri, Irjen Syahar Diantono.

Dikutip dari PMJNews, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerangkan, personel Polri yang sudah diperiksa berkaitan kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J yang tertembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Adapun proses pemeriksaan masih berjalan di kepolisian.

“Kita sudah memeriksa 3 personel Pati Bintang Satu, Kombes 5 personel, AKBP 3 personel, Kompol 2 personel, Pama 7 personel, Bintara dan Tamtama 5 personel,” tutur Kapolri dalam pernyataan persnya, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis 4 Agustus 2022, dikutip dari PMJNews.

Kemudian, Kapolri juga menjelaskan, kesatuan personel Polri yang diperiksa. Kesatuan itu terdiri dari Ditpropam sampai dengan Polda Metro Jaya.

“Dari kesatuan Ditpropam, Polres, dan juga ada beberapa personel dari Polda, dan juga Bareskrim,” jelasnya.

Sementara, 25 personel ini masih terus menjalani pemeriksaan dan bakal berkembang.

Proses pemeriksaan berkenaan etika, tetapi tidak menutup kemungkinan terkait proses pidana.

“Kita ingin semua proses bisa berjalan dengan baik. Karena itu, terhadap 25 personel yang saat itu telah menjalani pemeriksaan. Kita akan menjalankan proses pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik,” ungkap Sigit.

“Dan tentu bila ditemukan ada proses pidana, kita juga akan memproses pidana dimaksud,” tandasnya.

Sementara itu, Polri telah menetapkan Bharada E sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J.

Namun, Bharada E bukan tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Karen hall itu, kini pihak Polri masih akan mengusut kemungkinan Bharada E diperintah untuk melakukan penembakan.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memastikan Timsus bakal mengusut tuntas berkenaan kasus pembunuhan Brigadir Yoshua atau Brigadir J.

Timsus Polri sekarang mendalami kemungkinan Bharada E, diperintah untuk melakukan penembakan itu.

“Tentu ini sedang kita kembangkan apakah ada yang menyuruh atau atas niat dia sendiri,” tutur Jenderal Sigit dalam keterangannya, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel.

Masih dari keterangan Sigit, penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J tidak akan berhenti hanya pada tersangka Bharada E.

Menurut Sigit, Timsus Polri akan terus mengembangkan penyidikan itu.

Di kesempatan yang sama, Sigit kembali menegaskan komitmennya untuk membuat terang peristiwa pidana tersebut.

Sigit juga menegaskan, pihaknya siap menindak tegas siapapun yang terlibat dalam peristiwa kematian Brigadir J tersebut.

“Tak akan berhenti sampai di situ dan akan terus dikembangkan. Sehingga semuanya kemudian menjadi jelas terkait siapapun yang terlibat dalam proses tindak pidana tersebut akan kita tindak tegas,” tutupnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : pikiran rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 + 1 =