Akhirnya Terungkap, Ferdy Sambo Sogok Satpam saat Brigadir J Dieksekusi, Ini Tujuannya!

93
Irjen Ferdy Sambo

Tabir kebenaran terkait kematian Brigadir J terus terungkap.

Brigadir J yang tewas ditembak di rumah Irjen Ferdy Sambo ini terus menarik sorotan publik.

Setelah empat orang ditetapkan tersangka dalam kasus kematian Brigadir J, saat ini satu persatu fakta tentang Brigadir J mulai muncul ke permukaan.

Dikutip dari YouTube Anjas di Thailand yang diposting pada Kamis 11 Agustus 2022, diketahui ada satu petugas pengamanan di kompleks perumahan Ferdy Sambo mengaku menerima uang dari sang jenderal.

Petugas keamanan yang diketahui berinisial S ini dibayar oleh seorang ajudan Ferdy Sambo tepat pada malam kematian Brigadir J.

Tugasnya adalah menutup semua pintu portal yang ada di perumahan Ferdy Sambo.

Sayangnya, sang satpam tak menjelaskan secara detail seperti apa orang yang memberikan uang tersebut.

Tapi ia mengaku sering melihat orang tersebut di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Bahkan, sang satpam mengaku jika dirinya diberikan uang sebanyak dua kali oleh pria yang terlibat di rumah Ferdy Sambo.

Bayaran itu diterima S di antaranya saat penggeledahan yang dilakukan polisi di rumah Ferdy Sambo.

Ia mengaku menerima uang senilai Rp 50.000 dan 100.000 dari orang yang ada di rumah Ferdy Sambo.

Baca Juga: Akhirnya Motif Dibalik Pembunuhan Brigadir J Terungkap, Asmara Ferdy Sambo dan AKP Rita Yuliana Terjawab?

S mengaku menuruti permintaan orang tersebut, yakni menutup semua portal kompleks menuju rumah pribadi Ferdy Sambo.

Namun akibatnya, ia kemudian malah mendapat keluhan dari warga kompleks yang lain.

Pasalnya, banyak warga yang kesulitan melewati wilayah tersebut.

“Banyak warga jadi susah buat lewat,” tukas dia.

Penutupan portal kompleks menuju rumah pribadi Ferdy Sambo pertama kali menjadi sorotan ketika ada pemeriksaan terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Kala itu akses awak media menuju rumah itu dibatas.

Keseluruhan portal yang ada di kompleks tersebut ditutup dengan penjagaan petugas keamanan.

Bahkan beberapa kali awak media diminta hanya menunggu di luar kompleks.

Sebagai informasi, Nama Bharada E kembali jadi sorotan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus polisi tembak polisi di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Bharada E adalah polisi ada Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yang menjadi salah satu penembak Brigadir J.

Tak ingin merasakan kelamnya penjara seorang diri, Bharada E kemudian membuat nyanyi siapa saja orang yang menembak Brigadir J.

Nyanyian Bharada E berhasil membuat Irjen Ferdy Sambo langsung ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J di rumah dinasnya.

Sementara itu, dikutip dari channel Youtube Beda Enggak yang diupload pada Rabu 10 Agustus 2022, pengacara Bharada E membocorkan besaran uang yang dijanjikan oleh Ferdy Sambo kepada Bharada E.

Kuasa hukum Bharada E yakni Deolipa Yumara mengatakan jika sang jenderal menjanjikan uang sekitar Rp 1 miliar kepada Bharada E.

Uang tersebut dijanjikan oleh Ferdy Sambo usai Bharada E menembak Brigadir J.

Menurut Deolipa Yumara, bukan hanya Ferdy Sambo yang menjanjikan uang tersebut.

Bahkan, sang istri yakni Putri Candrawathi juga berjanji akan memberikan uang kepada Bharada E.

“Namun uang akan diberikan jika kasus tewasnya Brigadir J di SP3,” kata Deolipa.

Deolipa Yumara menambah jika uang senilai Rp 1 miliar yang akan diberikan kepada Bharada E bakal diserahkan satu bulan setelah kasus penembakan Brigadir J.

“Jadi mereka optimis kasus ini akan dilakukan SP3,” ungkapnya.

Menurutnya, Bharada E sudah curhat kepadanya tentang semua janji yang akan diberikan oleh Ferdy Sambo.

Menurut Deolipa, pemberi uang nantinya adalah Irjen Ferdy Sambo dan Miss X, yang belakangan diketahui adalah Putri Candrawathi.

“Jadi Miss X ini adalah ibu Putri Candrawathi sendiri. Ini keterangannya Richard,” ucapnya.

Pemanggilan oleh Putri Candrawathi katanya dilakukan beberapa hari setelah penembakan atau pembunuhan terhadap Brigadir J dilakukan.

Baca Juga: Masih Ingat Benny Ali? Jenderal yang Halangi Keluarga Lihat Jenazah Brigadir J, Kini Mendekam di Mako Brimob

“Karena ini situasi dirasa sudah mulai aman nih. Skenario pertama sepertinya berhasil. Nah kalau ini sudah beres, lu tetap jangan buka mulut, kan bahasa kasarnya begitu. Ini saya kasih nih ya, kalau sudah beres kamu Rp1 Miliar (Bharada E), kamu gope (Rp500 Juta), kamu juga gope,” kata Deolipa.

Ini berarti ada dana Rp 2 Miliar yang dijanjikan Putri dan Sambo ke Bharada E, Brigadir RR dan Kuwat, dimana ketiganya kini juga menjadi tersangka pembunuhan Brigadir J.

Dimana pembagiannya Bharada E Rp1 miliar karena dia yang menembak langsung Brigadir J.

Sementara Brigadir R dan Kuwat yang membantu, masing-masing mendapat Rp 500 Juta.

Menurut Deolipa, Putri dan Sambo sangat yakin kasus penembakan Brigadir J ini akan SP3 atau dihentikan penyidikannya.

“Kenapa mereka yakin, karena semuanya sudah dipegang. Sini dipegang, situ dipegang,” ujar Deolipa.

Tapi ternyata kata Deolipa, kasus tewasnya Brigadir J mendapat perhatian publik dan harapan SP3 ternyata berubah menjadi upaya pengungkapan kasus yang seterangnya.

Hingga berujung membuat Kapolri membentuk tim khusus untuk mendalami dan mengungkap kasus ini.

“Jadi begitu curhatnya Richard. Benar atau tidak tergantung Richard,” kata Deolipa.***

Sumber Berita / Artikel Asli : pikiran rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

36 − 31 =