Akhirnya Bharada E Buka Suara Soal Ferdy Sambo dan Pembunuhan Brigadir J, Kini Muncul Nama Brigadir Daden

558
kasus tewasnya Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Bharada E akhirnya buka suara soal Ferdy Sambo dan soal kasus pembunuhan Brigadir J.

Setelah selama ini bungkam, Bharada E mengungkap fakta soal Ferdy Sambo.

Bahkan dalam keterangannya itu, Bharada E mengungkapkan fakta yang selama ini disembunyikan.

Mulai dari perihal adu tembak hingga soal Ferdy Sambo sang atasan.

Sebagaimana diketahui, kematian Brigadir J menyeret sejumlah nama termasuk Bharada E hingga Ferdy Sambo.

Pasalnya, Brigadir J tewas di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo setelah terlibat adu tembak dengan Bharada E pada Jumat 8 Juli 2022.

Tewasnya Brigadir J kini mengungkapkan berbagai fakta yang selama ini ditunggu.

Bharada E telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J dengan terancam hukuman 15 tahun penjara.

Sementara itu, fakta lainnya soal dirinya yang jago menembak seperti yang diungkapkan Kombes Budhi Herdi Susianto saat masih menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan.

Nyatanya, setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak LPSK, Bharada E baru mendapatkan pistol pada bulan November 2021 lalu.

Dan harada E bukan seseorang yang jago dalam menembak dalam hasil penelusurannya.

Dikutip dari PMJNews, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi membeberkan bahwa Bharada E, tersangka kasus penembakan Brigadir J sampai tewas, baru mendapatkan pistol pada bulan November 2021 lalu.

Sedangkan, terakhir kali Bharada E latihan menembak pada bulan Maret 2022 lalu.

 

Hal tersebut diketahui berdasarkan keterangan dari Bharada E ketika diperiksa LPSK.

“Dia (Bharada E) baru dapat pistol bulan November tahun lalu, dan dia terakhir latihan menembak Maret 2022,” ujarnya kepada awak media, Kamis 4 Agustus 2022, dikutip dari PMJNews.

Lebih jauh Edwin mengungkapkan, Bharada E bukan seseorang yang jago dalam menembak dalam hasil penelusurannya.

Bharada E membeberkan informasi soal Ferdy Sambo ke LPSK. Dia mengatakan ada delapan anggota Polri yang bertugas melekat dengan Irjen Ferdy Sambo.

Menurut Bharada E, tiga di antaranya adalah sopir,” kata Edwin.

Dari pemeriksaan di LPSK itu pula Bharada E menyebut ajudan Ferdy Sambo ada dua, yakni Brigadir J dan Brigadir Daden.

Nama terakhir, Brigadir Daden, bergabung bersama Brigadir J, Bharada E, Irjen Ferdi Sambo & Putri Candrawathi, serta Ricky yang sudah lebih dahulu menyita perhatian dalam sebulan ini.

“J dan Daden itu ADC yang cukup lama bersama Pak Sambo. Sudah melekat ke Pak Sambo dua tahun,” ujar Edwin.

Sebuah foto yang pernah diunggah oleh salah satu anggota keluarga Brigadir J kemudian menjadi acuan masyarakat untuk mengenal siapa mereka.

Meskipun nama-nama mereka tidak terlihat secara jelas, namun setidaknya wajah mereka cukup untuk menjadi konsumsi publik siapa mereka sebenarnya.

 

Foto Irjen Ferdy Sambo bersama 8 orang squad atau ajudannya itu bisa sedikit menguak informasi tentang sosok mereka.

Foto seluruh semua ajudan Ferdy Sambo dan keluarga diketahui diunggah oleh Roslin Emika, tante Brigadir J melalui akun Facebook miliknya pada Rabu 13 Juli 2022 lalu.

Ferdy yang memakai pakaian dinas upacara (PDU) tampak berdiri bersama delapan ajudannya.

Berikut daftar nama 8 ajudan Ferdy Sambo termasuk Brigadir J yang sudah meninggal dunia, yang berfoto bersama Kadiv Propam nonaktif itu lengkap dengan pangkat dikutip dari Facebook Roslin Emika:

1. Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J)

2. Bripka Lukas Ricky

3. Brigadir Romer

4. Bharada Sadam

5. Brigadir Matius Marey (berjenggot tebal)

6. Briptu Daden

7. Bharatu Prayogi

8. Bharada Richard Eliezer (Bharada E)

Sementara itu, untuk mengusut tuntas dan menjaga transparansi dalam penanganan kasus kematian Brigadir J, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot dan mutasi 10 orang perwira di antaranya Ferdy sambo jenderal dua bintang , Hendra Kurniawan dan Benny Ali yang merupakan jenderal satu bintang.

1. Irjen Pol Ferdy Sambo Kadiv Propam Polri dimutasikan sebagai Pati Yanma Polri

2. Brigjen Hendra Kurniawan Karo Paminal Divpropam Polri dimutasikan sebagai Pati Yanma Polri

3. Brigjen Pol Benny Ali SH SIK, Karo Provos Divpropam Polri dimutasikan sebagai Pati Yanma Polri.

Mutasi tersebut tertulis dalam Surat Telegram Nomor 1628/VIII/Kep/2022 tertanggal 4 Agustus 2022.

Sementara para personel yang dimutasi sedang diperiksa oleh tim khusus.

Bharada E Bukan Ajudan Ferdy Sambo, Misteri Pistol Milik Richard Eliezer Terungkap

Selama ini diketahui, bahwa Bharada E adalah salah satu ajudan Ferdy Sambo sama halnya dengan Brigadir J.

Ternyata, baru terungkap bahwa pemilik nama Richard Eliezer Pudihang Lumiu bukanlah ajudan dari Ferdy Sambo seperti yang beredar selama ini.

Bharada E awalnya menjadi perbincangan karena adu tembak dengan Brigadir J yang berujung maut.

Brigadir J tewas dalam tembakannya di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Bahkan kini terungkap misteri pistol yang digunakan oleh Bharada E.

Belakangan ini diketahui bahwa Bharada E baru saja mendapatkan pistol.

Dan Bharada E baru saja selesai latihan menembak pada Maret 2022.

Perihal Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E bukan ajudan Ferdy Sambo dan perihal pistol Bharada E disampaikan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi.

Dikutip dari PMJNews, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi membeberkan bahwa Bharada E, tersangka kasus penembakan Brigadir J sampai tewas, baru mendapatkan pistol pada bulan November 2021 lalu.

Sedangkan, terakhir kali Bharada E latihan menembak pada bulan Maret 2022 lalu.

Hal tersebut diketahui berdasarkan keterangan dari Bharada E ketika diperiksa LPSK.

“Dia (Bharada E) baru dapat pistol bulan November tahun lalu, dan dia terakhir latihan menembak Maret 2022,” ujarnya kepada awak media, Kamis 4 Agustus 2022, dikutip dari PMJNews.

Lebih jauh Edwin mengungkapkan, Bharada E bukan seseorang yang jago dalam menembak dalam hasil penelusurannya.

Menurutnya, Bharada E bukan bertugas sebagai ajudan atau aide-de-camp (Adc) Irjen Ferdy Sambo, melainkan sekadar sopir.

Namun demikian, Edwin menegaskan keterangan Bharada E itu harus diklarifikasi ulang ke berbagai pihak.

“Di beberapa keterangan memang ada yang menurut kami perlu dikroscek kebenarannya, yang kami sendiri juga belum meyakini,” ucapnya.

Selain itu, Edwin menilai tepat jika polisi menerapkan Bharada E sebagai tersangka.

Alasannya, insiden tembak menembak itu berdampak terhadap kematian seseorang.

“Bahkan memang konstruksi hukum peristiwa ini menempatkan matinya orang itu sebagai pokok dulu. Bahwa kemudian ada yang lain, ada dugaan soal cabul atau percobaan pembunuhan, tapi pokoknya dulu, ada orang mati. Itu dibuktikan dulu matinya kenapa,” jelasnya.

Kini, setelah hampir satu bulan Polri akhirnya menetapkan Bharada E alias Bharada Richard Eliezer sebagai tersangka kasus baku tembak dengan sangkaan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56.

Polri menjerat Bharada E dengan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 55 dan 56 terkait kasus penembakan terhadap Brigadir J.***

Sumber Berita / Artikel Asli : pikiran rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

88 − 79 =