Ahok Dikritik karena Jadi Calon Pemimpin Nusantara, Dibela Ali Mochtar Ngabalin: Adakah yang Salah?

309
Ahok

Nama Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina, Basuki Thajaja Utama (Ahok) sebagai calon Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur menjadi perbincangan publik.

Pasalnya, tak sedikit pihak yang menilai Ahok merupakan mantan narapidana yang menjadi anak emas Presiden Jokowi.

Bahkan, beredar isu yang menyebut Presiden Jokowi dipastikan akan menunjuk Ahok sebagai orang yang akan menjadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) baru tersebut.

Tenaha Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin ikut buka suara terkait munculnya nama Ahok sebagai calon Kepala Otorita IKN baru di Kalimantan Timur itu.

Ali Mochtar Ngabalin mengaku heran dengan sejumlah pihak yang merasa terganggu dengan munculnya nama Ahok sebagai salah satu calon Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) baru yang disebutkan oleh Presiden Jokowi.

Hal itu diungkapkan oleh Ali Mochtar Ngabalin melalui cuitan di akun Twitter @AliNgabalinNew pada Kamis, 20 Januari 2022.

“JOKOWI, menyebutkan nama AHOK satu diantara 4orang yg beliau sampaikan ke publik. Kenapa kau yg gatel badanmu, terasa demam&gemes?” tulis Ali Mochtar Ngabalin.

Menurut Ali Mochtar Ngabalin, Ahok merupakan sosok muda dan energik dan mempunyai manajerial yang baik.

Tak hanya itu, dia menilai mantan Gubernur DKI Jakarta itu memiliki resources, kepemimpinan, dan dapat membantai maling uang rakyat (koruptor).

“Yg ada pd Ahok itu usia muda&energik, manajerial yg ok, punya resources, punya leadership, bisa membantai koruptor,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ali Mochtar Ngabalin menyampaikan tidak ada yang salah dengan Ahok disebut sebagai calon Kepala Otoritas IKN baru tersebut.

“Lantas adakah yg salah dgn AHOK?” ucapnya.

Untuk diketahui, Jokowi pernah mengungkap empat nama calon pemimpin Ibu Kota Baru di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 2 Maret 2020 lalu.

Empat nama calon pemimpin Ibu Kota Baru itu di antaranya adalah Komut PT Pertamina Ahok, mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Annas, mantan Menristek Bambang Brojonegoro, dan mantan Dirut Wijaya Karya Tumiyana.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here