Ada Duo Raksasa di Proyek Senyap Kota Baru Pinggir Jakarta

824

 Sebuah kota baru 2.650 hektare sedang dibangun persis di pinggir perbatasan Jakarta dan Tangerang. Lokasinya sekitar Dadap dan Salembaran, Kecamatan Kosambi, Tangerang, Banten.

Kota baru tepi pantai ini merupakan kelanjutan dari PIK, yang biasa disebut PIK2. Bagi sebagian warga Jakarta dan sekitarnya, barangkali ada yang sudah tahu dan sebaliknya.

Pengembang ini adalah Agung Sedayu Group, dalam laman resminya, perusahaan menyebutkan kawasan yang mereka kembangkan PIK2 sebagai “The New Jakarta City” yang merupakan kerja sama duo raksasa Agung Sedayu Group & Salim Group. Kedua grup besar ini berkolaborasi dalam pengembangan proyek PIK2. PIK2 adalah pengembangan besar-besaran yang akan mencapai sekitar 2.650 hektare.

 

Awal Mula Proyek 

Pantauan di lokasi, pada Rabu (4/8/2021), kegiatan konstruksi masih terjadi untuk rumah, apartemen, kavling rumah, kavling komersial, ruko, soho, gudang. Proyek ini telah mengubah bentangan alam yang dulunya hamparan kosong empang dan rawa-rawa, menjadi kawasan yang kinclong tertata. Di lokasi sudah ada  jembatan penghubung antara PIK2 dengan Pulau C dan D yang merupakan hasil reklamasi yang sempat bikin kontroversi waktu lalu.

Perkembangan proyek ini setidaknya terendus 3 tahun lalu, atau Juli 2018. Saat itu tim dari detikcom, melakukan penelusuran lapangan. Saat itu pembangunan jembatan penghubung masih dikerjakan oleh kontraktor. Saat itu, suara dentuman terdengar ketika memasuki kawasan kampung nelayan di Kampung Baru Dadap (Dadap Ceng In), Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, 13 Juli 2018.

Suara keras berasal dari alat pemancang (pile driver) yang tengah memukulkan tiang pancang agar menancap ke dalam tanah atau dasar laut. Alat itu menempel pada sejumlah alat berat lainnya, berupa rig, crane, ataupun kapal tongkang. Buldoser dan backhoe menderu-deru ketika mengeruk dan menguruk tanah.

Alat berat itu milik PT Kukuh Mandiri Lestari (KML), yang tengah membuat jembatan penghubung bakal kawasan elite Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 di Kosambi dengan Pulau C hasil reklamasi Teluk Jakarta, yang sempat disegel oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Pulau D pada 7 Juni 2018. Reklamasi kedua pulau itu digarap oleh PT Kapuk Naga Indah.

Proggres Proyek PIK2 - Periode Juni 2021 (Ist Tangkapan Layar Youtube/PIK2 Sedayu Indo city)Foto: Proggres Proyek PIK2 – Periode Juni 2021 (Ist Tangkapan Layar Youtube/PIK2 Sedayu Indo city)
Proggres Proyek PIK2 – Periode Juni 2021 (Ist Tangkapan Layar Youtube/PIK2 Sedayu Indo city)

Panjang jembatan penghubung yang dibangun PT Waskita Karya sejak pertengahan 2017 itu sekitar mencapai 900 meter hingga 1 kilometer.

Waskita menerima kontrak pengerjaan proyek pembangunan jembatan penghubung dari PT KML, anak perusahaan Agung Sedayu Group. PT KML, yang merupakan perusahaan yang berada dalam payung Agung Sedayu Group dan Salim Group.

Keduanya menggandeng perusahaan asal Singapura, Pacific Star Development Limited, untuk membangun kawasan pusat bisnis dan perumahan elite, Pantai Indah Kapuk 2, di Kosambi dan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.

Tangkapan Layar Google Earth Kawasan Dadap, Tangerang, Banten pada Tahun 2018. (Tangkapan Layar Google Earth)Foto: Tangkapan Layar Google Earth Kawasan Dadap, Tangerang, Banten pada Tahun 2018, saat itu belum ada jembatan penghubung antara PIK2 dan Pulau C dan D, tapi lahan PIK2 sudah terlihat digarap. (Tangkapan Layar Google Earth)

 

Sumber Berita /  Artikel Asli : CNBC Indonesia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here