Abaikan Amerika Serikat, Israel Terus Dirikan Ribuan Pemukiman Yahudi di Tepi Barat

304
Pemukiman Yahudi Har Homa di Tepi Gaza /Foto: Reuters/ Amir Coha///

Israel terus membangun pemukiman di Tepi Barat, meski hal tersebut menuai kritik.

Pemerintah Israel merencanakan 3.000 rumah baru bagi pemukim Yahudi di Tepi Barat, meski ada tentangan Pemerintahan Biden di Amerika Serikat pada proyek-proyek tersebut.

Seorang pejabat pertahanan Israel mengatakan, Forum Perencanaan Kantor Penghubung Israel dengan Palestina sudah memberikan persetujuan untuk rencana awal dengan membangun 1.344 unit rumah untuk pemukiman Yahudi. Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz juga sudah menyatakan setuju dengan hal tersebut.

Amerika Serikat sangat prihatin dengan langkah pemerintah Israel. Menurut Washington, rencana pemukiman akan merusak prospek solusi dua negara, Israel dan Palestina, untuk menyelesaikan konflik.

“Seperti yang telah kami katakan, pemerintah sangat menentang perluasan pemukiman,” ujar salah seorang Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS yang tidak disebutkan namanya, sebagaimana dilansir SeputarTangsel.Com dari Reuters, Kamis 18 Oktober 2021.

Sementara itu, pihak Palestina menyebutkan perilaku Perdana Menteri (PM) Isral, Bennet, sama dengan pemimpin terdahulu, Netanyahu.

“Perilaku Pemerintah Israel di bawah Bennet tidak kalah ekstrem dari apa yang terjadi di bawah Netanyahu,” ujat Bassan Al-Salhe, anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina.

“Pemerintah AS memiliki kata-kata dan tidak ada tindakan untuk mengubah kebijakan yang diberlakukan Trump,” sambung Salhe.

Tindakan Bennet memutuskan pembangunan pemukiman di Tepi Barat diperkirakan untuk menarik pemilih ultrasionalis. Mereka adalah orang-orang yang merupakan anggota mayoritas parlemen.

Di sisi lain, kebijakan juga berarti mengasingkan partai-partai sayap kiri dan Arab, di mana suara mereka sangat tipis di parlemen.

Seperti diketahui, sebagian besar negara di dunia menilai pemukiman yang dibangun Israel di wilayah yang direbutnya pada tahun 1967 adalah ilegal. Namun, Israel membantahnya dan justru sudah menempatkan 440.000 warganya ke Tepi Barat, di mana 3 juta orang Palestina tinggal.

Alasan Israel melakukan tindakan di atas, adalah hubungan Alkitab, sejarah, dan politik wilayah Tepi Gaza.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here