5 Kategori WNA yang Masih Diperbolehkan Masuk Indonesia, Tak Semua Dilarang

171
Bandara

Di masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat ini, pemerintah juga resmi menutup pintu untuk Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk ke wilayah Indonesia selama PPKM.

Kebijakan tersebut tertuang dalam peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 27 Tahun 2021 yang telah ditandatangani langsung Yasonna Laoly per tanggal 21 Juli 2021 kemarin.

Namun ada Warga Negara Asing (WNA) yang dikecualikan untuk masuk ke Indonesia berdasarkan keterangan Menkumham Yasonna Laoly pada Kamis, 22 Juli 2021.

Kemenkumham telah mengkategorikan lima orang asing yang masih boleh masuk ke Indonesia.

Adapun WNA diperbolehkan masuk wilayah Indonesia hanyalah yang memegang Visa Diplomatik dan Visa Dinas, pemegang izin tinggal Diplomatik dan izin tinggal Dinas, pemegang Izin Tinggal Terbatas dan Izin Tinggal Tetap, orang asing dengan tujuan kemanusiaan dan kesehatan, serta awak alat angkut yang datang dengan alat angkutnya.

Kendati demikian, Yasonna Laoly menegaskan aturan tersebut akan mulai berlaku dua hari sejak diterbitkan.

Lantaran diperlukan waktu transisi sejak diumumkannya aturan tersebut, Yasonna Laoly juga menegaskan aturan terkait larangan masuk TKA ke Indonesia selama PPKM telah dikoordinasikan lebih lanjut dengan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.

Yasonna Laoly juga menyebutkan bahwa orang asing yang tergolong pengecualian dalam Permenkumham tersebut juga membutuhkan rekomendasi kementerian/lembaga terkait untuk bisa masuk ke Indonesia.

“Permenkumham Nomor 27 Tahun 2021 ini tak lepas dari koordinasi yang baik antara saya bersama Menteri Luar Negeri Ibu Retno Marsudi,” kata Yasonna Laoly.

“Tentu tidak fair ya jika ada orang yang sedang dalam proses terbang, kemudian langsung kita deportasi. Maka dari itu butuh penyesuaian,” tutur Yasonna Laoly, sebagaimana dikitip Pikiran-Rakyat.com dari laman PMJ News.

Dalam berita sebelumnya, Permenkumham yang diteken per tanggal 21 Juli 2021 tersebut menggantikan aturan lama Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Visa dan Izin Tinggal Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Kebijakan baru ini diterbitkan guna membantu penanganan Covid-19 khususnya mencegah penyebaran dan kemunculan klaster baru.

Disisi lain, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, jika tren kasus Covid-19 terus mengalami penurunan maka PPKM Darurat akan dibuka secara bertahap mulai 26 Juli 2021.

“Kita selalu memantau, memahami dinamika di lapangan, dan juga mendengar suara-suara masyarakat yang terdampak dari PPKM. Karena itu jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap,” ujar Jokowi.

Presiden memaparkan, untuk tahap pertama, pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari akan diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Sementara, pasar tradisional selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan dibuka sampai dengan pukul 15.00, juga dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Selain itu, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau penjual voucher, pangkas rambut, penatu atau laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lainnya yang sejenis juga diizinkan buka sampai dengan pukul 21.00.

Kemudian, warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka sampai pukul 21.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit.

Pengoperasian sektor ini dilakukan dengan penerapan protokol yang kesehatan. Sedangkan pengaturan teknisnya akan ditetapkan oleh pemerintah daerah.

“Sedangkan kegiatan yang lain pada sektor esensial dan kritikal, baik di pemerintahan maupun swasta, serta terkait dengan protokol perjalanan akan dijelaskan secara terpisah,” tutur Jokowi.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Comments

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here