45 Warga Alami Luka Bakar Akibat Erupsi Gunung Semeru

374

Dinas Kesehatan Jawa Timur mencatat terdapat 45 orang warga mengalami luka bakar akibat awan panas guguran (APG) dari erupsi Gunung Semeru.

“Sementara ini terdapat 45 orang mengalami luka bakar berat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Dr Erwin Ashta Triyono, Sabtu (4/12/2021).

Dikatakan, setelah berhasil dievakuasi para korban erupsi Semeru tersebut dirujuk di dua rumah sakit. Sebanyak 28 korban dirujuk ke RSUD Malang dan 17 orang ke RS Bhayangkara 17 orang.

Dia memperkirakan banyak korban masih tertimbun material akibat APG erupsi Gunung Semeru yang menimpa 1 RW dan 4 RT di lokasi tersebut.

Saat ini, kondisi di lokasi tersebut masih dalam keadaan gelap. Sehingga kemungkinan besok jika sudah aman untuk dilakukan evakuasi kembali.

“Diperkirakan banyak pekerja tambang pasir terperangkap. Malam ini cukup sulit evakuasi karena gelap,” terang Erwin.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Budi Santosa mengungkapkan, belum terdapat korban jiwa pada peristiwa erupsi Gunung Semeru yang terjadi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo,Lumajang Kabupaten Lumajang.

“Korban nihil dan dampak dari peristiwa itu masih dalam pendataan,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (4/12/2021).

Budi menceritakan, berdasarkan pantauan dilapangan, fenomena alam erupsi Gunung Semeru itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

“Terjadi penigkatan Aktivitas Gunung Berapi Semeru disertai Awan Panas Guguran. Warga Diimbau menjauh daerah sekitar sungai yang berhulu di Gunung Semeru,” ucapnya.

Budi menegaskan, agen Bencana Provinsi Jatim dan TRC PB BPBD Kabupaten Lumajang menuju lokasi untuk assesment dan melakukan evakuasi warga di sekitar Gunung Semeru.

“BPBD Kabupaten Lumajang berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. Perkembangan akan kami sampaikan selanjutnya,” kata Budi.

Sumber Berita / Artikel Asli : Berita Satu

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 − 9 =