4 Fakta Mobil Dinas Baru Gubernur-Wagub Sumbar yang Bikin Gempar

470
Gubernur Sumbar, Mahyeldi

Jakarta – Pembelian mobil dinas baru untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) menjadi sorotan, karena membeli mobil di tengah pandemi COVID-19. Mobil baru itu juga sudah digunakan selama 1 bulan.

Dua unit mobil dinas baru itu adalah Mitsubishi Pajero yang dipakai Gubernur Mahyeldi dan Hyundai Palisade untuk Wagub Audy Joinaldy. Berikut fakta-fakta mobil dinas baru untuk Gubernur dan Wagub Sumbar:

1. Mobil Lama Rusak

Mahyeldi mengatakan pengadaan mobil dinas baru dianggarkan karena mobil lama sudah tidak bisa digunakan lagi. Ada beberapa komponen mobil yang sudah rusak.

“Mobil lama ndak fix. Remnya blong dan segala macam. Yang lama beberapa kali ada gangguan transmisinya walaupun sudah kita servis, jadi tidak safety,” ungkapnya.

“Mobil yang kita gunakan, yang lama itu, saya beberapa kali ada gangguan transmisi. Walaupun bisa kita servis, maka tidak safety, sehingga saya pinjam mobil dari OPD yang lain sampai mobil yang baru ini ada,” lanjutnya.

2. Alokasi Anggaran Rp 1,4 M

Dia juga menyebut anggaran yang dialokasikan untuk membeli mobil itu Rp 1,4 miliar. Namun, dia mengaku tidak tahu harga pasti karena, kata Mahyeldi, bukan dia yang membeli mobil itu.

“Saya kira mobil yang saya pakai anggaran yang dialokasikan Rp 1,4 M kalau tidak salah. Kita beli yang di bawah itu. Kepala dinas juga ada yang menggunakan mobil (baru),” katanya.

Menurutnya, mobil dinas baru itu sudah dipakai selama 1 bulan. Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat itu menyebut, ke depan, mobil dinas di Pemprov Sumbar, akan disewa.

“Kita merencanakan mobil di provinsi ini ke depan disewa saja, karena setelah dihitung menguntungkan untuk disewa. Dan sudah ada OPD-OPD yang kendaraannya tidak begitu safety, maka kita silakan untuk menyewa,” katanya menambahkan.

3. Mobil Wagub Lebih Mahal

Ternyata, harga dua mobil dinas baru Mahyeldi dan Audy memiliki perbedaan. Perbedaanya itu terdapat dari harga.

Berikut rincian harganya:

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengumumkan harga Pajero Sport 2021 mulai dari Rp 502,8 juta. Berikut detail harga on the road Jabodetabek Mitsubishi Pajero Sport facelift 2021:

– Mitsubishi Pajero Sport Exceed 4×2 MT: Rp 502,8 juta
– Mitsubishi Pajero Sport Exceed 4×2 AT: Rp 517,8 juta
– Mitsubishi Pajero Sport GLX 4×4 MT: Rp 567,8 juta
– Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4×2 AT: Rp 575,7 juta
– Mitsubishi Pajero Sport Ultimate 4×2 AT: Rp 624,7 juta
– Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate 4×4 AT: Rp 733,7 juta.

Sedangkan harga All-new Palisade tersedia dalam beberapa varian warna eksterior, mulai timeless black, white cream, steel graphite, dan moonlight cloud.

Untuk pilihan warna interior tersedia dalam Black Mono-tone, Black+Burgundy, dan Navy+Warm Grey. Sementara banderolannya, hadir dengan pilihan 3 varian, Prime dengan harga Rp 777 juta, Signature dengan harga Rp 888 juta, dan Signature AWD dengan harga Rp 1,078 miliar. (on the road Jakarta).

Jika merujuk dari kisaran harga di atas, mobil dinas milik Wagub Sumbar lebih mahal dibanding kendaraan gubernurnya.

4. Dinilai Tak Peka

Pembelian mobil dinas baru itu mendapat kecaman dari parlemen. Anggota DPRD Sumbar, Nofrizon, menganggap Gubernur tak punya kepekaan atas nasib masyarakatnya.

“Pengadaan mobil dinas tak urgen sama sekali. Itu bukan kebutuhan mendesak,” kata Nofrizon kepada detikcom, Selasa (17/8).

Bagi mantan Wakil Ketua Pansus COVID-19 itu, pengadaan mobil dinas baru di tengah pandemi ini merupakan sesuatu yang tak elok.

“Sungguh tak elok dan tak pantas dalam kondisi sekarang melakukan pengadaan mobil dinas. Alasannya mobil lama rusak. Memangnya Gubernur hanya punya satu mobil. Cek di garasinya. Tak masuk akal alasan yang dipakai,” ujar politikus Partai Demokrat ini.

Nofrizon juga membandingkan Gubernur-Wakil Gubernur dengan Ketua DPRD Sumbar Supardi. Kader Partai Gerindra tersebut hingga kini masih menggunakan mobil dinas lama periode sebelumnya.

“Ini beda jauh. DPRD sangat paham kondisi sehingga tidak menganggarkan membeli mobil dinas baru. Sedangkan Gubernur kita punya mobil baru, walaupun masyarakatnya hidup susah terdampak Corona,” katanya lagi

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, Andre Rosiade menilai pemimpin Sumatera Barat itu tak punya empati dan sense of crisis. Menurut Andre, alasan bahwa mobil dinas baru sudah dianggarkan di APBD merupakan sesuatu hal yang tidak bisa diterima.

“Masyarakat sedang menderita. Pandemi menghancurkan sumber-sumber ekonomi rakyat. Lha pemimpinnya gagah-gagahan beli mobil dinas baru. Ini nggak benar namanya,” kata Andre.

Anggota DPR RI itu menyoroti beberapa langkah penanganan COVID-19 yang terhenti di zaman Mahyeldi memimpin Sumatera Barat.

“Dulu di zaman Irwan Prayitno-Nasrul Abit jadi Gubernur-Wakil Gubernur, ada layanan PCR-swab gratis di bandara. Tapi, sejak Mahyeldi memimpin, sudah tidak ada lagi. Dulu, Labor Unand juga mendapat pasokan anggaran yang cukup untuk melakukan pemeriksaan sampel COVID di era pemimpin dulu, tapi sekarang juga sudah nggak ada. Kita senang penanganan COVID periode dulu dilakukan secara maksimal. Tapi di periode gubernur sekarang, penanganannya sudah tidak seperti itu lagi, sehingga kasus kembali melonjak tinggi,” katanya.

“Bagaimana bisa kita berharap penanganan COVID serius dilakukan kalau begini. Visi-misinya sebelum jadi gubernur akan menangani COVID. Tapi sekarang bagaimana? Gubernur beli mobil dinas baru yang harganya miliaran rupiah saat pandemi seperti ini. Dulu alasannya tidak bisa melakukan penyekatan PPKM atau mendukung berdirinya posko karena tidak ada anggaran. Tapi sekarang bisa mobil baru,” tambah Andre.

Sumber Berita / Artikel Asli : Detik

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here