4 Bulan Off, Eks Menkes Siti Fadilah Supari Channel Comeback Setelah 2 Videonya di Takedown YouTube karena WHO

510

Eks Menkes Siti Fadilah Supari yang memiliki Channel YouTube akhirnya comeback atau kembali membagikan konten-konten seputar kesehatan dan virus COVID-19.

Kembalinya channel YouTube Siti Fadilah Supari ini setelah lebih dari empat bulan beberapa konten videonya di disembunyikan bahkan dua diantaranya di takedown YouTube karena sering blak-blakan menyentil Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

“Kali ini kita akan berbincang-bincang lagi setelah beberapa hari saya off, sekarang saya telah kembali lagi,” katanya di kanal YouTube Siti Fadilah Supari Channel, Jumat 6 Agustus 2021.

Dalam kesempatan itu, Siti Fadilah secara khusus menayangkan video perbincangannya bersama Prof Amin Subandrio kepala Laboratorium Eijkman yang juga ahli virus ternama di Indonesia.

“Beliau adalah Kepala Laboratorium Eijkman, sebuah laboratorium yang membanggakan Indonesia. Mudah-mudahan perbincangan ini bisa membuat anda lebih mengerti tentang apa yang kita butuhkan,” ungkap Siti Fadilah menyapa para subscriber YouTube nya yang saat ini berjumlah 192 ribu.

Siti Fadilah mengaku sengaja mengundang Prof Amin Subandrio karena ditagih para netizen agar diwawancarai seorang virologi yang juga Kepala Laboratorium Eijkman.

“Mereka sangat ingin tahu karena sekarang ini kita dihantui satu virus yang namanya virus COVID-19. Dan sampai sekarang kita belum bisa lepas dari itu,” kata Siti Fadilah.

Dalam kesempatan kali ini, kapasitas Eks Menkes Siti Fadilah seperti biasa di video-video Channel YouTubenya seorang menjadi pewawancara yang menanyakan kepada narasumber untuk menjelaskan prihal virus dan peran laboratorium.

“Bagaimana sih peran dari laboratorium Eijkman ini terhadap pemberantasan COVID-19 pada saat ini,” tanya Siti Fadilah kepada Prof Amin Subandrio yang digelar secara virtual itu.

Saat itu juga Prof Amin Subandrio menjawab bahwa peran lembaga Laboratorium Eijkman dalam pandemi COVID-19 ini sebetulnya sudah bergerak sejak Januari 2020.

“Begitu kami mendengar ada sesuatu yang terjadi di China sana sejak Desember 2019, karena kami memang sudah punya kegiatan serupa jadi bukan dimulai dari nol ya, bahkan sebelumnya sudah beberapa tahun melalui unit kami yang disebut sebagai Emerging Virus Research Unit,” kata Prof Amin.

Menurutnya, unit yang ada di laboratorium Eijkman ini telah melakukan pengujian terhadap kemungkinan adanya infeksi virus-virus yang eksotik atau tidak rutin di deteksi di Indonesia.

“Dan waktu itu kami sudah menemukan satu virus corona ya diantaranya virus corona yang memang sudah di ketahui sebelumnya bahwa itu menyebabkan infeksi pada manusia,” paparnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here