Repelita Jakarta - Serangan balasan Iran ke Israel terus berlangsung tanpa henti, hingga Ahad malam waktu setempat dilaporkan puluhan warga Israel tewas dan mengalami luka-luka.
Serangan rudal balistik Iran telah menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai sekitar 20 lainnya di kota Beit Shemesh, Israel tengah yang berjarak 30 kilometer barat Yerusalem.
Data korban jiwa tersebut disampaikan oleh layanan ambulans Magen David Adom yang berada di lokasi kejadian sesaat setelah rudal menghantam permukiman penduduk.
“Sembilan orang tewas dalam serangan langsung di Beit Shemesh,” kata juru bicara Magen David Adom Zaki Heller dalam pernyataan yang disiarkan televisi Israel pada hari yang sama.
Tentara Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan di Telegram bahwa pasukan pencarian dan penyelamatan dikerahkan ke lokasi bersama dengan tim medis dan helikopter untuk evakuasi korban.
Saluran televisi Aljazirah melaporkan bahwa ini adalah jumlah korban tertinggi sejak Israel mulai melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Beit Shemesh terletak di antara Yerusalem barat dan Yafa, merupakan kota yang sedang berkembang dan tampaknya serangan menghantam rumah-rumah tua yang dibangun pada tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu tempat perlindungan umum di daerah tersebut tampaknya juga terkena dampak langsung dari rudal balistik yang diluncurkan Iran.
Sementara petugas penyelamat masih berupaya keras menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah tumpukan reruntuhan bangunan.
Ada kekhawatiran dan ketakutan yang sangat besar bahwa jumlah korban jiwa akan bertambah seiring proses evakuasi yang masih berlangsung.
Muncul juga pertanyaan kritis mengapa sirene peringatan dini tidak berbunyi di Beit Shemesh ketika rudal mendekati wilayah tersebut.
Ini adalah salah satu risiko besar yang diambil Israel dengan memulai perang besar-besaran melawan Iran tanpa perhitungan yang matang.
Rudal terus berdatangan ke kota-kota Israel dari Iran dalam gelombang demi gelombang tanpa menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.
Israel mencoba mencegat semua rudal tersebut sebagai bentuk respons, namun dengan risiko meleset seperti yang terjadi di Beit Shemesh dan Tel Aviv.
Times of Israel melaporkan bahwa mayoritas dari mereka yang tewas akibat serangan rudal Iran di Beit Shemesh saat itu sedang berlindung di tempat penampungan umum.
Wakil Komisaris Avshalom Peled selaku kepala polisi Distrik Yerusalem berbicara langsung di lokasi serangan mematikan yang menyebabkan sembilan orang tewas.
“Sejauh yang saya tahu kemungkinan besar hal ini berdampak langsung pada tempat penampungan dan sebagian besar jika tidak semua korban tewas berada di sana,” kata Peled.
Dia menambahkan bahwa polisi sudah sadar selama putaran terakhir pertempuran dengan Iran pada bulan Juni bahwa tempat penampungan umum tidak mampu menahan kekuatan dampak langsung rudal balistik.
Namun polisi senior tersebut mendesak warga sipil untuk terus berlindung di tengah hujan rudal dari Iran guna menghindari dampak yang lebih ringan.
“Mereka yang berada di kawasan terlindung ketika kerusakannya tidak langsung, yang merupakan sebagian besar kasus, memang terlindung dari rudal atau puing-puing yang beterbangan di udara,” lanjut Peled menjelaskan.
Sementara itu setidaknya tiga orang tewas dan 58 lainnya terluka di Uni Emirat Arab sejak Iran memulai kampanye pembalasannya di Teluk sebagai tanggapan atas serangan AS dan Israel.
UEA mendeteksi sebanyak 165 rudal balistik yang diluncurkan, berhasil menghancurkan 152 di antaranya, dan mencegat dua rudal jelajah, kata Kementerian Pertahanannya.
Sebanyak 541 drone Iran terdeteksi memasuki wilayahnya, 506 di antaranya berhasil dicegat dan dihancurkan, tambah kementerian dalam sebuah pernyataan resmi.
Serangan tersebut mengakibatkan kematian tiga orang warga asing yang bekerja di UEA, masing-masing satu dari Pakistan, Nepal, dan Bangladesh, katanya.
Kementerian Kesehatan Kuwait mengatakan satu orang tewas dan 32 lainnya luka-luka akibat perkembangan terkini di wilayah tersebut.
Para korban saat ini dirawat intensif di Rumah Sakit al-Adan, demikian pernyataan resmi kementerian yang dirilis pada hari yang sama.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

