Repelita Jakarta - Ribuan warga Yaman menggelar demonstrasi besar-besaran di ibu kota Sanaa pada Minggu satu Maret dua ribu dua puluh enam untuk mengecam serangan militer yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Peserta aksi membawa poster bergambar mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebagai bentuk solidaritas sekaligus protes atas kabar pembunuhannya dalam serangan tersebut.
Demonstrasi tersebut berlangsung di tengah eskalasi ketegangan regional yang semakin memanas pasca insiden yang menewaskan figur sentral Poros Perlawanan itu.
Pemimpin pemberontak Houthi Abdul-Malik al-Houthi dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu dua puluh delapan Februari dua ribu dua puluh enam menyatakan bahwa kelompoknya sepenuhnya siap menghadapi segala bentuk perkembangan terkait konflik yang sedang berlangsung.
Al-Houthi menegaskan bahwa pasukannya yang menguasai Sanaa serta sebagian besar wilayah barat laut Yaman menganggap dukungan terhadap Iran sebagai kewajiban agama yang tidak bisa ditawar.
Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen kuat Houthi untuk tetap berada di pihak Iran di tengah situasi yang semakin tidak menentu di kawasan Timur Tengah.
Aksi unjuk rasa di Sanaa menunjukkan gelombang solidaritas luas dari kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Poros Perlawanan terhadap apa yang mereka anggap sebagai agresi Barat dan Zionis.
Ribuan demonstran yang turun ke jalan membawa simbol-simbol perlawanan sebagai respons langsung atas kabar duka meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei.
Ketegangan kawasan diperkirakan akan terus meningkat seiring respons dari berbagai pihak yang terlibat dalam konflik berkepanjangan tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

