Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ray Rangkuti: Pilpres 2029 Adu Kuat Gibran vs Sjafrie Rebut Pendamping Prabowo

Pilpres 2029 Berpotensi Jadi Arena Gibran vs Sjafrie Dampingi Prabowo

Repelita Jakarta - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menyatakan Pemilihan Presiden 2029 berpotensi menjadi arena persaingan sengit antara Gibran Rakabuming Raka dan Sjafrie Sjamsoeddin.

“Hasil pengamatan saya, Pilpres 2029 adalah pertarungan antara Wapres Gibran dan Menhan Sjafrie untuk mendampingi Presiden Prabowo,” ujar Ray dalam diskusi publik yang diselenggarakan DPP Indonesia Youth Congress di Tamarin Hotel, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2026.

Menurut Ray, kontestasi politik lima tahun mendatang tidak akan mudah dimenangkan secara otomatis oleh petahana Prabowo Subianto tanpa perjuangan keras.

Ia menilai sejumlah program yang saat ini dijalankan oleh pemerintah mengalami penurunan performa yang cukup signifikan di mata publik.

Kondisi tersebut berpotensi besar memengaruhi tingkat dukungan publik terhadap pemerintah ke depan menjelang masa pemilihan umum.

Ray juga menyoroti kemunculan Sjafrie yang dinilainya memiliki pola kemunculan politik bergaya “20 tahunan” yang unik dalam pentas nasional.

Pola tersebut disebutnya mirip dengan strategi konsolidasi kekuatan yang pernah dibangun oleh Susilo Bambang Yudhoyono pada masanya dahulu.

Sementara itu, hasil survei terbaru Indonesian Public Institute (IPI) menunjukkan sejumlah wajah baru masuk dalam bursa bakal calon presiden 2029.

Peneliti IPI, Abdan Sakura, menyebut beberapa nama yang masuk 10 besar antara lain Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga tercatat dalam jajaran calon potensial versi lembaga survei tersebut.

Dalam survei terkini, Sjafrie berada di urutan ketujuh dengan raihan elektabilitas sebesar 7,5 persen dari total responden yang dijaring.

Ia bersaing ketat dengan sejumlah kepala daerah populer, seperti Anies Baswedan yang meraih 8,5 persen suara dalam simulasi survei.

Pramono Anung sebagai Gubernur DKI Jakarta mencatatkan elektabilitas 7,8 persen, sementara Dedi Mulyadi unggul tipis dengan 7,9 persen.

Adapun puncak elektabilitas untuk kontestasi 2029 masih ditempati oleh petahana Prabowo Subianto dengan perolehan suara 22,3 persen.

Peringkat kedua ditempati oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang meraih elektabilitas 12,2 persen dari para responden.

Ganjar Pranowo sebagai mantan Gubernur Jawa Tengah menduduki posisi ketiga dengan raihan 9 persen suara dalam survei tersebut.

Abdan menjelaskan, kemunculan wajah-wajah baru tersebut dipengaruhi sejumlah faktor seperti kepemimpinan, ketokohan, rekam jejak, publikasi media, integritas, serta visi-misi dan program kerja.

Pada figur Sjafrie, misalnya, indikator kepemimpinan dan ketokohan mencapai angka 44 persen dari total penilaian responden.

Rekam jejak kepemimpinan menyumbang 17 persen terhadap elektabilitasnya, sementara rekomendasi lingkungan dan media berkontribusi sebesar 12 persen.

Integritas pribadi yang dimiliki oleh Menteri Pertahanan tersebut mendapatkan angka 10 persen dari para responden yang mengetahui sosoknya.

Ia menilai meski nama-nama besar masih mendominasi persepsi publik, terdapat jarak yang cukup lebar antara tingkat kelayakan dan elektabilitas.

Hal ini menunjukkan bahwa pemilih semakin rasional dan belum sepenuhnya menjatuhkan pilihan kepada satu figur tertentu.

Dinamika politik menuju 2029 masih sangat terbuka, terutama jika terjadi perubahan konfigurasi koalisi atau absennya figur utama di pentas nasional.

Survei IPI digelar pada rentang waktu 30 Januari hingga 5 Februari 2026 terhadap 1.241 responden berusia 17 hingga 65 tahun.

Pengambilan sampel dilakukan di 35 provinsi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan metode multistage random sampling yang terukur.

Survei ini memiliki margin of error sebesar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved