
Repelita Jakarta - Majelis Ulama Indonesia angkat bicara menyusul eskalasi ketegangan di Timur Tengah akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu tanggal dua puluh delapan Februari dua ribu dua puluh enam.
Pernyataan resmi MUI yang dibagikan KH Muhammad Cholil Nafis mengecam keras agresi tersebut yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Sayyid Ali Khamenei.
MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Ayatollah Ali Khamenei dan mendoakan semoga menjadi penghuni surga dengan kalimat Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.
Majelis Ulama Indonesia mengutuk serangan Israel yang didukung Amerika Serikat karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan serta pembukaan UUD sembilan belas empat puluh lima yang menekankan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
MUI memahami serangan balasan Iran ke pangkalan militer di negara Teluk sebagai respons yang dibenarkan dan dilindungi hukum internasional.
Untuk mencegah eskalasi lebih luas Amerika Serikat serta Israel diminta menghentikan serangan karena melanggar pasal dua ayat empat Deklarasi PBB yang mewajibkan menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial negara lain.
Serangan militer tersebut dinilai sebagai eskalasi serius yang berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik terbuka lebih luas.
MUI menegaskan bahwa situasi ini bukan insiden terpisah melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar sehingga semua negara bertanggung jawab mewujudkan perdamaian demi melindungi warga sipil.
Motif strategis di balik serangan diduga sebagai upaya melemahkan posisi Iran sekaligus membatasi dukungan Teheran terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
MUI mendorong berbagai negara menjadi juru damai guna menghentikan serangan militer yang dapat menjadi instrumen tekanan politik untuk mengamankan dominasi regional Israel atas Palestina.
Amerika Serikat sebagai aktor sentral dalam Board of Peace dipertanyakan efektivitasnya karena strategi tersebut justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina.
MUI mendesak pemerintah Indonesia mencabut keanggotaan dari Board of Peace karena dinilai tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina.
MUI mengajak umat Islam di seluruh dunia melaksanakan Qunut Nazilah secara sungguh-sungguh dalam shalat untuk memohon pertolongan serta perlindungan Allah SWT bagi umat muslim yang mengalami kesulitan penindasan atau musibah.
Majelis Ulama Indonesia menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa serta Organisasi Kerja Sama Islam melakukan langkah maksimal menghentikan perang serta menghormati hukum internasional.
MUI meyakini perang hanya akan mendatangkan kemudaratan global sehingga de-eskalasi menjadi keharusan mendesak.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

