Repelita Teheran - Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meluas setelah Iran melancarkan gelombang serangan lanjutan yang diklaim menyasar puluhan instalasi militer Amerika Serikat serta Israel di berbagai wilayah.
Korps Garda Revolusi Islam menyatakan bahwa operasi balasan telah memasuki fase keenam sebagai respons atas pemboman yang menghantam titik-titik strategis di Iran beberapa hari sebelumnya.
IRGC mengklaim sedikitnya dua puluh tujuh pangkalan militer Amerika Serikat menjadi sasaran utama selain pangkalan udara Tel Nof serta kompleks komando militer Israel di HaKirya Tel Aviv.
Sejumlah fasilitas industri pertahanan di Tel Aviv juga dilaporkan terkena serangan rudal dan drone dalam operasi tersebut.
Ledakan keras terdengar hingga ke luar wilayah Iran dengan sumber di kawasan Teluk melaporkan dentuman mengguncang beberapa titik termasuk sekitar Dubai Uni Emirat Arab serta Doha Qatar.
Di Irak utara asap hitam membumbung di dekat Bandara Erbil yang selama ini menjadi basis pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat di wilayah otonom Kurdistan.
Sehari sebelumnya sistem pertahanan koalisi berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone bermuatan bahan peledak yang melintas di atas Erbil.
Situasi di sekitar pangkalan dijaga ketat menyusul ancaman serangan susulan yang terus bergulir.
Di tengah eskalasi militer media dalam negeri Iran memberitakan duka dari lingkaran keluarga Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Kantor berita semi-resmi Fars mengutip sumber terpercaya di lingkungan kediaman Khamenei bahwa putri menantu serta seorang cucunya tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Informasi tersebut belum mendapat konfirmasi independen dari Washington maupun Tel Aviv terkait rincian korban sipil.
Serangan udara yang dimulai sejak Sabtu tanggal dua puluh delapan Februari dua ribu dua puluh enam menghantam distrik Pasteur lokasi kompleks kediaman Khamenei hingga mengalami kerusakan berat.
Asap tebal sempat membubung dari area tersebut tak lama setelah ledakan besar terjadi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui pernyataan video menegaskan operasi militer dilakukan untuk meniadakan ancaman mendesak terhadap keamanan nasionalnya.
Pihak Israel juga menyatakan target serangan terbatas pada fasilitas militer sambil memperingatkan warga sipil Iran agar menjauhi infrastruktur pertahanan.
Pemerintah Iran menuding klaim luar negeri mengenai kondisi Khamenei sebagai bagian dari perang psikologis yang sedang digencarkan musuh.
Belakangan Teheran mengumumkan mekanisme kepemimpinan sementara pasca kematian Khamenei dikonfirmasi menyusul serangan tersebut.
Wakil Presiden Pertama Mohammad Mokhber menyatakan bahwa presiden ketua lembaga peradilan serta satu anggota Dewan Wali akan menjalankan tugas pemimpin tertinggi hingga proses konstitusional berikutnya ditetapkan.
Langkah tersebut diambil untuk menjamin kelangsungan roda pemerintahan di tengah situasi darurat nasional.
Pemerintah juga menetapkan masa berkabung nasional selama empat puluh hari serta meliburkan aktivitas perkantoran selama satu pekan penuh.
IRGC dan Angkatan Darat Iran dalam pernyataan terpisah menegaskan komitmen penuh untuk memberikan respons tegas atas kematian pemimpin tertinggi.
Dengan saling klaim serangan serta ancaman balasan yang terus bergulir kekhawatiran akan meluasnya konflik semakin menguat di kawasan.
Sejumlah negara internasional menyerukan de-eskalasi segera guna mencegah situasi berkembang menjadi konfrontasi regional yang lebih luas dan berbahaya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

