Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[HEBOH] Uceng vs Pigai Panas: Hanum Sindir Menhan HAM Menghindar Debat, Rosianna Silalahi Siap Fasilitasi di TV Nasional

 Pigai Jawab Tantangan Uceng Debat Masalah HAM: Saya Benar-benar Mau Ajari  Anda Soal HAM Agar

Repelita Jakarta - Polemik mengenai hak asasi manusia antara Menteri HAM Natalius Pigai dan pakar hukum tata negara Prof Zainal Arifin Mochtar semakin meluas dengan masuknya kritik dari pegiat media sosial drg Hanum Salsabiela.

Dokter gigi yang kerap mengkritik pejabat tersebut menuding Menteri Pigai menghindari tantangan debat terbuka yang sebelumnya justru ia lontarkan sendiri.

Hanum menyatakan bahwa sikap tersebut menunjukkan siapa yang sebenarnya berani dalam isu HAM.

“Dari sini saja sudah keliatan mana yang jantan ber-HAM atau meleyot duluan,” ujar Hanum dikutip melalui cuitannya di X pada 27 Februari 2026.

Menurutnya respons Pigai terlihat berpindah-pindah platform tanpa memberikan jawaban yang lugas dan tegas.

“Status di FB, dibalasnya ga berani di FB tapi melipir di X. Dikejar di X, malah lari ke TV,” lanjut Hanum dalam kritiknya.

Ia menilai ketika wacana debat mulai difasilitasi di stasiun televisi respons yang ditunggu justru tidak pernah muncul.

“Dijabanin TV, sampe sekarang nggak dijawab-jawab malah bikin status sok nge HAM menjenguk korban,” cetus Hanum.

Hanum mengibaratkan situasi itu seperti transaksi yang tidak konsisten dan saling mengelak.

“Yaa istilahnya loe jual gue beli, tapi terus jualannya diumpetin ganti jualan lain,” sindirnya.

Hanum juga menyertakan analogi dari pemikiran Imam Ghazali untuk menggambarkan sikap yang dinilainya tidak jujur.

“Satu lagi mungkin tambahan kategori dari Imam Ghazali, Orang yang tidak tahu, tidak tahu kalau dia tidak tahu," Hanum menuturkan.

'Dikasih tahu nggak mau tahu, maunya kasih tahu kalau dia tahu… yah mbulet dewe tho,” tandasnya.

Sementara itu Zainal Arifin Mochtar yang akrab disapa Uceng memberikan informasi terbaru terkait kemungkinan debat tersebut.

Melalui akun X-nya ia menyebut jurnalis senior Rosianna Silalahi dari Kompas TV telah menawarkan ruang untuk mempertemukan keduanya dalam program Rosi.

“Baru aja dicolek mbak Rosianna, katanya dia sediakan tempat dan waktu di acara Rosi. Gimana Pak Natalius Pigai?," ucap Zainal.

Polemik ini bermula dari tanggapan Uceng terhadap klaim Pigai yang menyatakan telah memahami HAM sejak usia lima tahun.

Pigai kemudian menyebut Uceng sebagai profesor yang hanya dibesar-besarkan oleh publik.

Uceng merespons dengan nada tenang dan santai meskipun menyiratkan sindiran halus.

Ia menyatakan kesediaan untuk belajar langsung dari Pigai mengenai hak asasi manusia.

“Pak Natalius Pigai, saya setuju dengan bapak, seringkali profesor itu dibesar-besarkan saja," ujar Uceng dikutip melalui cuitannya di X pada 27 Februari 2026.

"Saya izin mau belajar memahami HAM dari bapak,” tambah dia.

Uceng mengajak Pigai untuk berdiskusi dan berdebat secara terbuka mengenai berbagai kasus HAM di Indonesia satu per satu.

“Saya mau diskusi dan debatkan satu persatu kasus HAM di indonesia yang katanya bapak udah amat pahami itu. Sebut saja kapan dan dimana saya bisa belajar,” lanjutnya.

Pigai langsung menyambut tantangan itu dengan menyatakan kesiapannya berdebat secara ilmiah di televisi nasional secara langsung.

“Saya setuju di TV Nasional dan Live. Anda yang undang maka saya minta anda yang siapkan," balas Pigai.

"Kita bicara dalam tataran ilmiah. Saya benar-benar mau ajari anda soal ham agar paham,” tambahnya.

Pigai juga membagikan tautan video YouTube sebagai bahan pembelajaran awal sebelum debat digelar.

“Tapi nonton ini dulu untuk sekedar tambahan ilmu HAM anda sebelumnya debat dengan saya,” sebutnya.

Ia menekankan agar masyarakat dapat menyaksikan langsung kualitas perdebatan tersebut.

“Jujur saya sangat mau biar rakyat indonesia nonton seberapa hebat ilmu HAM seorang Prof,” imbuhnya.

Uceng menjawab bahwa ia tidak memiliki kewenangan untuk mengatur forum tersebut dan berharap stasiun televisi nasional dapat memfasilitasi.

“Saya gak punya kekuasaan pak. Semoga ada tv nasional yang bisa fasilitasi. Kalau bapak yang colek mereka mungkin lebih berarti. Terima kasih youtubenya,” ucap Uceng.

Ia juga menjelaskan latar belakang akademiknya di bidang HAM untuk menunjukkan keterbukaan belajar.

“Saya hanya pernah tiga tahun peneliti di Pusat Studi HAM UII Jogja dan kuliah S2 Hukum HAM di Amerika. Saya pasti senang belajar,” tutupnya.

Hingga kini publik masih menantikan kepastian apakah debat terbuka tersebut benar-benar akan terwujud di layar kaca nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved