
Repelita Jakarta - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti urgensi penguasaan teknologi digital seperti kecerdasan buatan, blockchain, serta robotika supaya Indonesia bisa tampil kompetitif di era perubahan global yang semakin cepat.
Pengenalan berbagai teknologi tersebut perlu dilakukan sejak usia dini terutama bagi generasi muda agar mereka memiliki fondasi kuat menghadapi masa depan.
“Kita masih punya waktu untuk mengenalkan ini. AI, blockchain, robotika, ekonomi digital—semua harus dikenalkan sedini mungkin, termasuk coding. Kita ingin anak-anak muda memiliki kemampuan berpikir kritis, problem solving, dan berpikir komputasional,” ungkap Gibran.
Menurutnya penguatan infrastruktur digital menjadi faktor penentu agar Indonesia tidak sekadar menjadi konsumen melainkan pemain aktif dalam gelombang transformasi digital dunia.
“Kita harus memperkuat infrastrukturnya. Jangan lagi ada blank spot untuk 4G maupun 5G. Infrastruktur SDM juga harus terus ditingkatkan. Karena itu kita gencar bicara AI dan blockchain. Bonus demografi yang kita miliki adalah aset besar yang harus dimanfaatkan,” jelasnya.
Pemanfaatan teknologi digital kini sudah merambah layanan publik guna meningkatkan efisiensi serta transparansi dalam berbagai proses administrasi.
Pelayanan publik saat ini memanfaatkan sistem OSS, e-Katalog, dan sebentar lagi Cortex sehingga masyarakat semakin dimudahkan dalam mengakses berbagai kebutuhan.
Sebenarnya kecerdasan buatan telah hadir dalam keseharian masyarakat meskipun sering kali tidak disadari keberadaannya.
Seluruh program pembangunan nasional termasuk percepatan pembangunan di Papua, penyelesaian pembangunan Ibu Kota Nusantara, serta penguatan transformasi digital merupakan bagian integral dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, serta berkeadilan.*
Editor: 91224 R-ID Elok

