
Bukan Gibran, Zulhas, atau AHY, melainkan Sjafrie Sjamsoeddin calon kuat Cawapres Prabowo 2029
Repelita Jakarta - Menurut pendapat Erizal bukan Gibran Rakabuming Raka Zulkifli Hasan maupun Agus Harimurti Yudhoyono melainkan Sjafrie Sjamsoeddin yang memiliki peluang terbesar mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden.
Erizal menilai Sjafrie Sjamsoeddin merupakan sahabat karib Prabowo yang tak terpisahkan keduanya sama-sama alumni Akademi Militer dengan angkatan berdekatan yaitu 1970 dan 1971 serta lulus bersama pada tahun 1974.
Ia mengamati pola pemilihan wakil presiden pada periode kedua presiden sejak Susilo Bambang Yudhoyono hingga Joko Widodo yang cenderung memilih tokoh senior dengan kemungkinan kecil maju sebagai calon presiden berikutnya.
Contohnya Boediono yang mendampingi SBY serta KH Ma’ruf Amin yang mendampingi Jokowi keduanya tidak mencalonkan diri kembali pada pemilu setelahnya.
Erizal berpendapat Prabowo kemungkinan mengikuti pola serupa dengan memilih figur senior yang diterima luas dan minim ambisi politik jangka panjang.
Nama Sjafrie Sjamsoeddin dinilai sangat layak karena selain hubungan persahabatan yang erat ia juga memiliki penerimaan dari kalangan oposisi tokoh kritis serta ulama.
Erizal menyebut Sjafrie termasuk dalam kategori “Tentara Hijau” yang memiliki citra positif di mata umat Islam sehingga pasangan Prabowo-Sjafrie berpotensi menjadi yang terkuat pada Pilpres 2029.
Partai-partai seperti Demokrat PKS NasDem PAN PKB serta Golkar diperkirakan tidak akan menolak jika Prabowo memilih Sjafrie sebagai pasangan.
Bahkan PDIP sebagai partai pemenang mungkin mengusung calon sendiri seperti Pramono Anung.
Dalam konteks ketidakpastian politik global Erizal menilai sosok Sjafrie sangat tepat karena pasangan Prabowo-Sjafrie akan mendapatkan penghormatan tinggi dari dunia internasional.
Ia menilai keduanya merupakan dwi tunggal sejati yang telah teruji puluhan tahun dalam suka dan duka tanpa pernah terpisahkan.
Erizal mencatat bahwa belakangan Presiden Prabowo memberikan ruang luas kepada Sjafrie melalui berbagai jabatan strategis seperti Menteri Pertahanan Dewan Pertahanan Nasional Satgas PKH serta kunjungan ke pesantren-pesantren.
Peran tersebut menunjukkan pertahanan nasional tidak lagi dipahami sempit hanya urusan militer melainkan mencakup dimensi yang lebih luas.
Jika Prabowo memilih Sjafrie Erizal yakin hampir tidak ada pihak yang akan menolak atau merasa iri termasuk mantan Presiden Joko Widodo.
Kontinuitas kebijakan yang telah dijalankan Prabowo akan lebih terjamin dengan kehadiran Sjafrie sebagai pendamping.
Erizal menyimpulkan bahwa Sjafrie bahkan berpotensi maju pada Pilpres 2034 jika kondisi memungkinkan sehingga Indonesia tidak lagi mengalami perubahan kepemimpinan yang tambal sulam.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

