Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Bantuan terus berdatangan ke Aceh meski pemerintah Indonesia belum buka akses

Gubernur Aceh Muzakar Manaf (Mualem) menerima bantuan dari Chairman and CEO Upland Resources Datuk Bolhassan Di

Repelita Banda Aceh - Bantuan kemanusiaan dari luar negeri terus mengalir ke Aceh untuk membantu korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah sejak akhir November 2025.

Meskipun pemerintah pusat belum secara resmi membuka akses bantuan internasional secara luas, beberapa dukungan dari pihak swasta dan relawan asing telah diterima langsung oleh Pemerintah Aceh.

Bencana hidrometeorologi ini telah menyebabkan ratusan korban jiwa serta ribuan warga mengungsi di berbagai lokasi pengungsian.

Banyak penyintas masih menghadapi kesulitan karena kehilangan tempat tinggal dan tertimbun material lumpur serta kayu.

Pada 29 November 2025, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menerima bantuan obat-obatan dari relasi pribadi di Malaysia.

Paket bantuan tersebut segera didistribusikan ke daerah terdampak berat, terutama Aceh Utara.

Kemudian, pada 6 Desember 2025, tim relawan sebanyak lima orang dari China tiba di Aceh.

Mereka membawa peralatan khusus untuk mendeteksi jenazah korban yang tertimbun lumpur.

Tim ini bukan utusan resmi pemerintah China, melainkan dari organisasi swadaya masyarakat serupa LSM.

Setelah tiba, mereka langsung dikerahkan ke wilayah parah seperti Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang.

Namun, setelah beroperasi sekitar satu pekan, tim tersebut menghadapi kendala besar berupa tumpukan kayu yang menghalangi akses.

“Hasil kerja mereka belum maksimal karena medan masih tertutup kayu-kayu besar. Mereka kewalahan untuk mendapatkan mayat,” ungkap Mualem pada 10 Desember 2025.

Selanjutnya, pada 11 Desember 2025, bantuan kembali datang dari Malaysia melalui tim Blue Sky Rescue.

Paket kali ini mencapai tiga ton, terdiri dari dua ton obat-obatan serta satu ton makanan dan pakaian anak-anak.

Bantuan tersebut disertai delapan tenaga kesehatan yang siap membantu perawatan korban.

Mualem secara pribadi menyambut kedatangan mereka di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

Pada 15 Desember 2025 malam, bantuan lain diterima dari perusahaan multinasional Upland Resources yang berbasis di Inggris, Malaysia, dan Indonesia.

Mualem menyampaikan rasa terima kasih atas solidaritas yang ditunjukkan.

Ia menekankan bahwa dalam situasi bencana, prinsip kemanusiaan harus diutamakan tanpa memandang asal bantuan.

“Pada prinsipnya kita ini kemanusiaan. Siapa saja yang menolong kita, tetap ikhlas kita terima. Siapa saja, di mana saja,” katanya.

Bantuan-bantuan tersebut akan diprioritaskan untuk daerah paling urgent seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Takengon, Beutong, serta Langsa.

Mualem juga menegaskan bahwa penerimaan bantuan luar negeri ini sah dan tidak melanggar aturan, demi percepatan penanganan pascabencana.

Ia memastikan tidak ada hambatan yang dipersulit meski sempat ada isu dugaan intervensi.

“Semuanya sudah saya kroscek tidak ada, semua lancar. Mereka tolong kita, masak kita persulit, kan bodoh. Saya rasa itu saja,” ujarnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved