:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/RAJA-JUDOL-MYANMAR.jpg)
Repelita Bangkok - She Zhijiang yang dikenal sebagai raja judi online telah berhasil dipulangkan ke negara asalnya China.
Proses pemulangan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 12 November 2025 setelah melalui berbagai tahapan hukum.
Pria berusia 43 tahun ini sebelumnya ditangkap oleh otoritas Thailand pada tahun 2022 lalu.
Proses ekstradisi menuju China dilakukan dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian setempat.
Dalam video yang beredar luas terlihat She Zhijiang mengenakan kaus berwarna putih.
Kedua tangannya diborgol dengan erat dan diapit oleh dua petugas kepolisian Thailand.
Mereka kemudian membawanya menuju sebuah kendaraan khusus yang telah disiapkan.
Pada Rabu malam, She Zhijiang akhirnya tiba di Bandara Nanjing China.
Dia terlihat turun dari pesawat dengan pengawalan ketat petugas berwenang.
She Zhijiang merupakan warga negara China yang mengendalikan operasi penipuan dan perjudian online.
Basis operasinya berada di kawasan Shwe Kokko yang terletak di Negara Bagian Karen Myanmar.
Dia dibawa oleh polisi Thailand menuju fasilitas penahanan dekat Bandara Suvarnabhumi Bangkok.
Proses penahanan tersebut dilakukan sambil menunggu penyelesaian administrasi penyerahan kepada otoritas China.
She Zhijiang sebelumnya mengoperasikan sebuah kompleks besar di wilayah Myawaddy Myanmar.
Aktivitas utamanya adalah mengelola kejahatan perjudian yang bersifat lintas batas negara.
Menurut pemberitaan media internasional, Zhijiang merupakan tokoh paling menonjol di antara para tersangka.
Dia dianggap sebagai operator kejahatan dunia maya terbesar di kawasan Asia.
Zhijiang juga dikaitkan dengan jaringan penipuan regional oleh pemerintah Amerika Serikat.
Meskipun merupakan warga negara China, dia juga diketahui memegang paspor Kamboja.
Dia memimpin kerajaan perjudian yang mencakup kasino di kompleks hiburan dan pariwisata.
Kompleks tersebut bernama Shwe Kokko yang terletak di perbatasan Thailand-Myanmar.
Nilai investasi kompleks tersebut mencapai lima belas miliar dolar Amerika atau setara dengan dua ratus empat puluh sembilan triliun rupiah.
Raja judi online yang beroperasi di Myanmar dan Kamboja ini akhirnya ditangkap pada Agustus 2022.
Penangkapan dilakukan berdasarkan surat perintah internasional dan pemberitahuan merah Interpol.
Permintaan penangkapan tersebut diajukan oleh pemerintah Beijing yang menuduhnya menjalankan operasi perjudian daring ilegal.
Di China, Zhijiang akan menghadapi proses pengadilan atas berbagai tuduhan kejahatan.
Tuduhan utama adalah mengoperasikan kasino dan situs web perjudian secara ilegal.
Dia juga didakwa menggunakan Myanmar sebagai basis untuk operasi ilegalnya.
Selain itu, dia juga menghadapi tuduhan pencucian uang dalam skala besar.
Menanggapi proses ekstradisi ini, pengacara Zhijiang menyampaikan pendapat yang berbeda.
Pengacaranya yang bernama Sanya Eadjongdee menyebut proses tersebut tidak lazim.
Namun demikian, proses hukum tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah berbagai negara di kawasan Asia.
Operasi perjudian online dinilai telah menimbulkan kerugian yang sangat besar.
Banyak korban yang terjebak dalam praktik penipuan dan perjudian ilegal tersebut.
Pemerintah China memberikan apresiasi terhadap kerja sama pemerintah Thailand.
Kerja sama ini dianggap penting dalam memerangi kejahatan transnasional.
Proses ekstradisi ini menjadi contoh baik dalam penegakan hukum internasional.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memutus mata rantai kejahatan perjudian online.
Masyarakat internasional terus berupaya memerangi praktik perjudian ilegal.
Berbagai langkah preventif dan represif terus dilakukan oleh pemerintah negara-negara di dunia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

