Repelita Jakarta - Serah terima jabatan Kementerian Pemuda dan Olahraga berlangsung meriah di Wisma Kemenpora pada Kamis, 18 September 2025.
Acara tersebut mempertemukan sejumlah tokoh penting yang pernah menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.
Hadir di antaranya Hayono Isman, Agung Laksono, Andi Alfian Mallarangeng, Zainudin Amali, Dito Ariotedjo Nindito, dan Erick Thohir yang baru saja dilantik sebagai Menpora ke-15.
Roy Suryo, Menpora ke-11, turut hadir dan menyoroti satu momen tak terduga dalam acara tersebut.
Ia menyampaikan bahwa sejarah panjang Kemenpora kembali diangkat dalam momentum serah terima jabatan tersebut.
Roy mengingatkan kembali tentang Menteri Pemuda pertama Indonesia, Wikana, yang menjabat sejak tahun 1946 hingga 1947 dan dikenal atas perannya dalam Peristiwa Rengasdengklok bersama para tokoh pemuda.
Namun di balik nuansa sejarah itu, terjadi satu kejadian yang membuat para undangan tertawa.
Roy menyebut bahwa Dito Ariotedjo sempat melontarkan candaan terkait isu ijazah palsu yang sedang ramai diperbincangkan.
Menurut Roy, Dito berkata, “Ijazahnya Pak Erick aman, Pak Roy Suryo?” yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan meriah dari para undangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Roy pada Minggu, 21 September 2025.
Roy menilai bahwa fenomena tersebut menunjukkan betapa isu ijazah palsu telah menjadi pembicaraan luas di masyarakat.
Ia menyebut bahwa fakta dan data mengenai ijazah palsu kini menjadi top-of-mind di berbagai ruang publik.
Roy menegaskan bahwa jika isu tersebut tidak segera ditindaklanjuti, maka akan menjadi aib bagi bangsa dan negara.
Ia berharap agar Presiden Prabowo Subianto segera mengambil sikap tegas terhadap persoalan tersebut.
Menurutnya, meskipun Presiden Prabowo saat ini sedang berada di Markas Besar PBB di New York, ia tetap harus memerintahkan jajaran di bawahnya untuk segera menindak praktik pemalsuan ijazah.
Roy menyampaikan bahwa tindakan tegas sangat diperlukan agar persoalan ini tidak mempermalukan Indonesia di mata dunia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

