Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Rizal Fadillah Desak Prabowo Adili Jokowi dan Makzulkan Gibran demi Selamatkan Bangsa

 Rizal Fadillah Siap Tidak Dokumen Kajian Ijazah Jokowi

Repelita Bandung - Pemerhati politik dan kebangsaan, M Rizal Fadillah, menyampaikan seruan tegas agar Presiden Prabowo Subianto tidak bersikap masa bodoh terhadap penegakan hukum yang menjadi sorotan publik.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui tulisan yang dipublikasikan pada Rabu 18 September 2025.

Ia menyoroti keraguan publik terhadap keaslian ijazah Joko Widodo yang menurutnya harus segera diselesaikan melalui dorongan Presiden kepada aparat penegak hukum.

Rizal menyebut bahwa jika aparat kepolisian terlibat dalam pelanggaran hukum secara sistematis, maka Presiden memiliki kewenangan untuk memberhentikan Kapolri.

Ia juga menyinggung penilaian dunia terhadap Joko Widodo sebagai pemimpin yang terindikasi korup dan mendesak agar Kejaksaan Agung maupun KPK segera melakukan penyelidikan.

Nama-nama seperti Tom Lembong, Noel, Nadiem, dan Yaqut disebut dalam konteks dugaan aliran dana dan keterlibatan dalam kasus-kasus korupsi yang perlu ditelusuri.

Rizal menilai bahwa sangat ironis jika Joko Widodo tidak tersentuh sama sekali oleh proses hukum.

Ia juga menyoroti posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden yang dinilai kontroversial dan tidak memenuhi syarat secara konstitusi, demokrasi, maupun administrasi.

Menurutnya, Gibran merupakan bagian dari politik dinasti yang dibangun oleh Joko Widodo dan kini turut digugat atas dugaan ijazah palsu.

Rizal menyebut bahwa Prabowo memiliki kendali atas koalisi partai politik di parlemen, sehingga secara politik mampu mengkonsolidasikan langkah pemakzulan terhadap Gibran.

Ia menegaskan bahwa tuntutan rakyat untuk mengadili Joko Widodo dan memakzulkan Gibran harus didengar dan ditindaklanjuti.

Melindungi keduanya dinilai sebagai keputusan yang keliru dan berisiko tinggi bagi stabilitas negara.

Rizal memperingatkan bahwa jika Prabowo tetap melindungi keduanya, maka tuntutan rakyat bisa berkembang menjadi seruan pemakzulan terhadap Prabowo sendiri.

Ia menyebut Joko Widodo dan Gibran sebagai beban politik yang harus segera disingkirkan demi menyelamatkan bangsa dan negara.

Jika tidak, maka dampaknya akan mencemari lingkungan politik dan memperburuk kondisi nasional.

Tuntutan untuk mengadili Jokowi dan memakzulkan Gibran disebut sebagai kristalisasi dari berbagai persoalan strategis bangsa.

Rizal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan kekuatan demi mewujudkan tuntutan tersebut.

Ia menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa jika tuntutan ini berhasil, maka Indonesia akan terhindar dari kegelapan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved