
Repelita Makassar - Perang kelompok kembali terjadi di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu (7/9/2025).
Video yang beredar memperlihatkan kedua kubu saling lempar batu.
Beberapa orang membawa senjata tajam berupa golok, busur, dan bambu panjang.
Sebagai pelindung, mereka memanfaatkan triplek bekas dari rumah warga setempat.
Pesan yang beredar menyebut bahwa kedua pihak sudah beberapa kali didamaikan sebelumnya.
Terakhir, pihak Polsek Tallo mempertemukan kedua kelompok untuk mediasi.
"Didamaikan di Tallo tapi ndada hak bicara untuk tokoh masyarakat, ini pelaku perang memang bilang siapa duluan dia ditangkap, tapi bukan itu pokok amannya," tertulis dalam pesan tersebut.
Kapolsek Tallo, Kompol Syamsiah, membenarkan terjadinya perang kelompok tersebut.
Menurut Syamsuardi, kedua kelompok yang terlibat berasal dari Kelurahan Layang dan Bunga Eja.
"Kami tidak tahu penyebab pastinya karena selalu muncul tiba-tiba," ujar Syamsuardi, Minggu malam.
Syamsuardi menegaskan pihaknya telah berupaya mendamaikan kedua kubu.
"Kami sudah pertemukan di kantor Camat, menghadirkan Camat, Danramil, saya dan kedua belah pihak," jelasnya.
"Semuanya sudah kami damaikan beberapa hari lalu," tambahnya, menampik informasi miring yang beredar.
Mengenai pemicu konflik, Syamsuardi mengaku tidak memiliki informasi lebih jauh karena ini bukan pertama kali terjadi.
"Saya kurang tahu, tiba-tiba muncul lagi seperti itu," tegasnya.
Dia menyampaikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan rumah warga akibat peristiwa tersebut.
"Tidak ada kerusakan. Kami cepat mengantisipasi, sehingga cepat bubar karena ada anggota kami di lokasi," imbuhnya.
Namun, kekurangan personel membuat pihak kepolisian kewalahan mengantisipasi kejadian serupa.
"Cuma kadang anggota cuma dua orang, kami melakukan penyebaran," ujarnya.
Syamsuardi menambahkan, melihat terus berulangnya kejadian yang diviralkan di media sosial, ia curiga perang kelompok itu merupakan settingan.
"Saya heran karena selalu divideokan dan diviralkan, seolah diatur. Pasti selalu begitu," sesalnya.
Mantan Kapolsek Manggala ini menyebut, mayoritas yang terlibat adalah anak muda setempat.
"Iya memang anak-anak muda. Kejadiannya kemarin," tutupnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

