Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Kapolri Sempat Tanya "Bagaimana Kalau Saya Mundur", Ini Reaksi Pejabat Polri

 Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Istana, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Repelita Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap bahwa dirinya sempat mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Pertimbangan tersebut ia sampaikan kepada sejumlah pejabat dan anggota Polri dalam diskusi internal.

Namun, menurut Sigit, mayoritas dari mereka menyatakan keberatan atas rencana pengunduran diri tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Sigit dalam program Rosi yang tayang di Kompas TV pada Kamis malam, 25 September 2025.

Ia menyebut bahwa mundur di tengah situasi institusi yang sedang terpuruk bukanlah bentuk tanggung jawab.

Sigit menilai bahwa langkah tersebut justru akan meninggalkan anggota dan organisasi dalam kondisi carut-marut.

Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana memulihkan semangat dan moral anggota Polri.

Ia menegaskan bahwa dirinya memilih untuk tetap bertahan demi mengembalikan stabilitas internal dan kepercayaan publik.

Dalam kesempatan itu, Sigit juga menyinggung hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto dalam menentukan nasib para pembantunya.

Ia menyatakan bahwa sebagai prajurit, dirinya tegak lurus terhadap arahan Presiden.

Setelah itu tentunya prerogatif Presiden. Kami prajurit, kita tegak lurus terhadap apa yang menjadi perintah Presiden, ujar Sigit.

Ketika ditanya mengapa tidak mundur sebagai bentuk tanggung jawab moril, Sigit menjelaskan bahwa pengunduran diri justru akan memperkeruh keadaan.

Ia menyebut bahwa institusi Polri membutuhkan figur yang berani mengambil tanggung jawab di saat krisis.

Sigit mengungkap bahwa dirinya telah menyampaikan kesediaan untuk dicopot kepada para pejabat utama Polri.

Ia juga telah memberikan perintah kepada anggota untuk mengambil langkah tegas dalam menghadapi situasi darurat.

Menurutnya, pengunduran diri tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan memperburuk kondisi yang sudah genting.

Yang paling utama adalah mengembalikan semangat anggota, mengembalikan semangat institusi untuk betul-betul bisa melaksanakan tugasnya, ujar Sigit.

Ia menambahkan bahwa Polri harus mampu menciptakan rasa aman di tengah masyarakat yang dilanda ketakutan.

Sigit menilai bahwa kehadiran Polri yang aktif dan bertanggung jawab sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas keamanan.

Sebagai informasi, pada akhir Agustus 2025 lalu, terjadi demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Indonesia.

Demo tersebut berujung pada kerusuhan, termasuk insiden tewasnya seorang driver ojek online bernama Affan Kurniawan di Jakarta.

Affan tewas setelah dilindas kendaraan taktis Brimob Polri, yang memicu kemarahan massa.

Kerusuhan meluas dengan pembakaran fasilitas umum dan gedung DPRD di berbagai daerah.

Massa juga menyerang Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat, serta menjarah rumah pejabat dan toko swalayan.

Di tengah situasi tersebut, desakan publik agar Kapolri mundur semakin menguat.

Namun, Sigit memilih untuk tetap bertahan dan mengambil tanggung jawab penuh atas kondisi institusi.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut diambil demi menjaga stabilitas dan keamanan nasional. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved