
Repelita Solo - Presiden Joko Widodo kembali menanggapi isu ijazah palsu yang menyeret nama dirinya dan keluarganya dalam beberapa tahun terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat diwawancarai awak media di Solo pada Jumat, 12 September 2025.
Ia menyebut bahwa tudingan terhadap ijazahnya bukan hal baru dan telah bergulir sejak empat tahun lalu.
Jokowi menilai bahwa isu tersebut tidak mungkin bertahan lama tanpa dukungan dari pihak yang memiliki kekuatan besar.
Menurutnya, jika tidak ada yang membekingi, mustahil isu itu terus muncul dan berkembang hingga saat ini.
Ia menyampaikan bahwa dirinya tetap menghormati proses hukum dan siap melayani setiap gugatan yang diajukan.
Jokowi menegaskan bahwa semua tudingan akan dihadapi sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.
Ia juga menyinggung gugatan terhadap ijazah putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang saat ini sedang bergulir di pengadilan.
Gibran digugat secara perdata oleh seorang warga bernama Subhan terkait keabsahan ijazah SMA yang dimilikinya.
Gugatan tersebut telah terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara 583/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst.
Jokowi menanggapi kasus tersebut dengan nada bercanda namun tetap menyiratkan keresahan atas serangan terhadap keluarganya.
Ia menyebut bahwa jika ijazah dirinya dan Gibran dipermasalahkan, maka tidak menutup kemungkinan ijazah cucunya, Jan Ethes, juga akan ikut dipersoalkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi sambil tertawa, namun mengandung sindiran terhadap pihak-pihak yang terus menggulirkan isu tersebut.
Ia menilai bahwa tudingan terhadap keluarganya sudah terlalu jauh dan tidak berdasar.
Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya sendiri yang mencarikan sekolah untuk Gibran saat akan melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Ia menyebut bahwa Gibran bersekolah di Orchid Park Secondary School, Singapura, atas inisiatif dirinya agar anaknya mandiri.
Menurut Jokowi, rekam jejak pendidikan Gibran jelas dan dapat diverifikasi, sehingga tidak seharusnya dipersoalkan.
Ia menilai bahwa narasi manipulasi ijazah sengaja dimainkan untuk membentuk persepsi negatif terhadap keluarganya.
Jokowi menyebut bahwa pola serangan seperti ini sudah lama digunakan dan kini kembali diulang dalam bentuk gugatan hukum.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dan akan menghadapi semua tudingan dengan tenang dan sesuai hukum.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

