Repelita Jakarta - Harta kekayaan Purbaya Yudhi Sadewa mengalami kenaikan signifikan selama tiga tahun terakhir sebelum dilantik menjadi Menteri Keuangan.
Kenaikan tersebut terlihat sejak awal menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan pada Maret 2021 hingga akhir 2024.
Berdasarkan penelusuran di website Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi pada Senin, 8 September 2025, harta kekayaan Purbaya pada 31 Maret 2021 tercatat sebesar Rp17.201.537.948 atau sekitar Rp17,2 miliar.
Pada LHKPN 2024, total harta Purbaya naik 127,94 persen menjadi Rp39,21 miliar, meningkat sekitar Rp22 miliar dibandingkan saat awal menjabat.
Kenaikan harta terjadi setiap tahun, yakni Rp28,002 miliar pada 31 Desember 2021, Rp28,492 miliar pada 2022, Rp32,847 miliar pada 2023, hingga Rp39,21 miliar pada 31 Desember 2024.
Harta Purbaya pada LHKPN 2024 terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp30,5 miliar, antara lain tanah dan bangunan seluas 2.152/400 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp13 miliar, tanah dan bangunan seluas 120/100 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp1,5 miliar, serta tanah seluas 1.787 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp16 miliar.
Selain itu, Purbaya memiliki harta bergerak dan mesin senilai Rp3,606 miliar, termasuk mobil Mercedes Benz tahun 2008 seharga Rp200 juta, BMW Jeep tahun 2019 senilai Rp1,6 miliar, Toyota Alphard 2019 senilai Rp1 miliar, motor Yamaha X-Max tahun 2018 senilai Rp55 juta, Peugeot Jeep New 5008 tahun 2019 senilai Rp730 juta, dan motor Honda Vario 125 tahun 2021 senilai Rp21 juta.
Ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp684 juta, surat berharga Rp220 juta, serta kas dan setara kas senilai Rp4,2 miliar.
Purbaya tercatat tidak memiliki utang sehingga total harta kekayaannya per 31 Desember 2024 mencapai Rp39,21 miliar.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

