
Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik Gus Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 8 September 2025.
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan bagi jamaah haji dan umrah.
Ia meminta Gus Irfan memberikan perhatian khusus pada transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi penyelenggaraan ibadah.
Pelantikan ini menandai perubahan besar dari Badan Penyelenggara Haji yang sebelumnya berbentuk badan ke kementerian khusus.
Gus Irfan mengaku amanah yang diemban bukan hanya soal jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk jutaan umat Muslim di Indonesia.
Ia menegaskan siap mengupayakan terobosan agar keberangkatan jamaah lebih teratur, terjangkau, dan memberikan kenyamanan.
Dalam pernyataannya, ia menjadikan penurunan biaya haji sebagai prioritas utama.
Menurutnya, beban biaya selama ini menjadi salah satu keluhan terbesar calon jamaah setiap tahunnya.
Ia berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh agar dana yang dikelola bisa lebih efektif dimanfaatkan.
Selain itu, Gus Irfan menyiapkan program Kampung Haji yang ditargetkan selesai pada 2028.
Program ini diharapkan menjadi pusat pelayanan terpadu yang akan membantu jamaah sejak persiapan hingga pelaksanaan ibadah.
Ia menjelaskan Kampung Haji akan menyediakan fasilitas pelatihan manasik, asrama, hingga pusat informasi modern.
Gus Irfan menegaskan fasilitas ini harus mendukung kebutuhan jamaah tanpa menambah beban biaya negara.
Pihaknya sudah meninjau beberapa lokasi alternatif di Arab Saudi untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran.
Koordinasi dengan otoritas Saudi disebutnya akan dilakukan secara intensif agar kepentingan jamaah Indonesia lebih terjamin.
Dengan adanya kementerian khusus, ia optimis negosiasi dengan pemerintah Saudi akan lebih kuat dan efektif.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak di dalam negeri, mulai dari ormas Islam hingga biro perjalanan.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya ditentukan pemerintah, tetapi juga kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Gus Irfan berharap langkah reformasi ini dapat menghapus berbagai persoalan klasik yang kerap muncul setiap musim haji.
Masyarakat menaruh harapan besar agar pelayanan haji dan umrah di era kepemimpinannya benar-benar membawa perubahan nyata.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

