Repelita Jakarta - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menghadapi pertanyaan tajam dari DPR saat mengikuti rapat dengan Komisi XI pada Rabu (10/9/2025).
Dalam rapat tersebut, anggota DPR menyinggung soal utang yang ditinggalkan oleh mantan Menkeu Sri Mulyani.
Anggota Komisi XI Fraksi PDIP, Harris Turino, menyampaikan paparan terkait utang pemerintah di hadapan Purbaya Yudhi Sadewa.
Sebelum membahas utang, Harris sempat memberikan ucapan selamat dan pujian kepada Purbaya atas kinerjanya dalam dua hari menjabat.
"Pertama-tama selamat pak ya, dua hari jadi menteri sekaligus dua hari Bapak jadi orang yang paling viral seluruh Indonesia ya," kata Harris dikutip dari Youtube Kompas TV, Rabu (10/9/2025).
Harris menyoroti komentar optimis Purbaya mengenai pertumbuhan ekonomi 6–7 persen, meski APBN 2026 dipatok di angka 5,4 persen.
Ia menambahkan, meski pengangguran dan angka kemiskinan menurun, daya beli masyarakat masih terasa terbatas.
Harris juga menekankan pentingnya menjaga defisit APBN sebesar 2,48 persen dengan ketat, di tengah tingginya utang jatuh tempo dan tekanan internasional yang belum positif.
"Semangat yang Bapak munculkan 6–7 persen ini adalah semangat yang menurut saya bagus sekali. Harapannya adalah memang akhirnya angka 8 persen yang berkali-kali disampaikan oleh Presiden Prabowo bisa tercapai, kita sama-sama ingin mencapai ke sana," ujar Harris.
Namun, ia mempertanyakan parameter apa yang berubah jika pertumbuhan ekonomi dipaksa naik ke 6–7 persen.
"Yang berubah itu apanya, pak? Apakah kemudian utangnya dilonggarkan sehingga utang kita membesar, sehingga kemudian fiskalnya lebih ekspansif lagi atau apanya, sehingga bisa tumbuh 6–7 persen?" tutup Harris. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

